Ulama dan Politik - Bicara Penting

Latest

logo

Ulama dan Politik

Ulama dan Politik

Oleh Dr Yuni Roslaili, MA, Dosen Fakultas Hukum dan Syariah UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Fibrasi ulama kembali bergetar beberapa waktu yang lalu di Aceh.

Silaturahmi ulama seluruh Aceh pada tanggal 10-11 November bukan saja sebuah peneguhan eksistensi ulama, tetapi ingin mendisposisikan secara positif diri ulama ke ranah politik praktis.

Hal ini dibuktikan oleh rekomendasi Silaturrahmi Ulama Seluruh Aceh Tahun 2021 bahwa dari sebelas hal yang direkomendasikan tak satu pun berkaitan dengan norma dan hukum agama yang merupakan ruang khas mereka

Namun seluruhnya merupakan butir- butir rekomendasi politik.

Hal ini telah sesuai dengan tema yang dipilih yaitu “Peran Ulama dalam Perbaikan Politik di Aceh”.

Sebagian masyarakat mulai mereka-reka arahnya

Apakah ini sebuah keseriusan sikap para ulama di Aceh ataukah sebuah kerisauan atas wajah politik di Aceh yang semakin tak tentu arah dan cenderung acakadut?

Bagaimana tidak acakadut, pelaksanaan syariat Islam jika dihitung sejak turun UU No.44/ 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Aceh sudah berjalan selama masa dakwah risalah Rasulullah SAW di muka bumi yaitu 22 tahun

Hingga hari ini belum jelas arah yang hendak dicita-citakan.

Bentuk grand design yang diharapkan bisa menjadi peta jalan bagi syariat Islam di Aceh belum nampak wujudnya walau telah didiskusikan puluhan kali.

Dalam hal pendidikan, mutu pendidikan Aceh berada di atas rangking 25 dari 34 Provinsi di Indonesia, padahal dana yang dialokasikan untuk sektor ini menempati rangking ketiga terbesar di Indonesia.

Dan hal ini menurut penelitian M.Shabri Abd Majid berkorelasi erat dan berkonsekuensi logis pada meningkatnya angka kemiskinan di Aceh (2014).

Oleh karena itu tidak mengherankan jika Aceh masih memegang juara bertahan sebagai provinsi termiskin se- Sumatera hingga hari ini.

Agaknya hal-hal ini yang membuat ulama sebagai benteng pertahanan umat tidak lagi bisa bersabar melihat situasi yang tidak semakin membaik.

Saatnya ulama mengambil peran sebelum kapal benar-benar karam.

Kira-kira seperti itu perumpamaannya.

Pertanyaannya adalah etiskah ulama turun panggung untuk terjun ke ranah politik praktis?

Reafirmasi Sebutan Ulama Kata ulama berasal dari bahasa arab berupa bentuk jama’ (plural) dari kata ‘aliimun

Artinya orang yang memiliki kualitas ilmu, pengetahuan, kearifan, sains dalam pengertian yang lebih luas dari orang lain.

Bahkan kata ‘aliimun ini dalam ilmu bahasa arab merupakan lafaz muballaghah yang biasa dinisbatkan kepada nama Allah dalam asmaul husna yang berarti maha mengetahui.

Menurut H.A.R Gibb dan J.H. Kramers dalam Shorters Encyclopedia of Islam sebagaimana dikutip Rifyak Ka’bah pemakaian kata ulama yang popular adalah bentuk jamak dari kata ‘aalimun (panjang pada “a”) bukan ‘aliimun (panjang pada “lii”) sebagai isim mubalaghah sebagaimana nama- nama Allah dalam asmaul husna.

Kata ulama disebutkan dua kali dalam Alquran.

Pertama pada Q.S Al-Syu’ara ayat 197 dan kedua Q.S Fatir ayat 28.

Yang pertama mengenai ulama Bani Israil dan kedua ulama dalam pengertian umum yaitu para ilmuan, ahli ilmu, atau sarjana dalam berbagai keahlian.

Sedangkan kata aalimuun atau kata aalimiin disebutkan empat kali dalam Alquran, dua kali dalam konteks Allah (Q.S Al-Anbiya’: 51 dan 81) dan dua kali dalam konteks manusia (Q.S Yusuf: 44 dan Al-Ankabut: 43).

Ayat-ayat ini sebenarnya mengoreksi pendapat H.A.R Gibb dan J.H.Kramers di atas.

Jadi kata ulama’ bisa saja dianggap berasal dari kata ‘aliimun sebagaimana isim mubalaghah, namun tentu bukan dalam arti kemahaannya Allah karena memang tiada yang sebanding dengan-Nya.

Di dalam beberapa hadis, Rasulullah SAW juga ada menyebutkan kata ulama, di antaranya hadis yang disampaikan oleh Abu Darda’ dalam matan yang cukup panjang sebenarnya tapi ntah mengapa yang dimasyhurkan hanya penggalan kalimat: (Ulama’Waratsatul Anbiya’)

Bahwa ulama adalah pewaris para Nabi, padahal hadis ini lengkapnya seperti berikut: Siapa yang berjalan untuk menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga.



Sumber: aceh.tribunnews.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.