Top 3: BNBR Negosiasi Utang Rp 10 Triliun - Bicara Penting

Latest

logo

Top 3: BNBR Negosiasi Utang Rp 10 Triliun

Top 3: BNBR Negosiasi Utang Rp 10 Triliun

Karyawan mengambil gambar layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Sebanyak 111 saham menguat, 372 tertekan, dan 124 lainnya flat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) saat ini tengah negosiasi atas utang perseroan senilai Rp 10 triliun, dari total utang hingga kuartal III 2021 sebesar Rp 10,74 triliun.

Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk, Roy Hendrajanto Marta Sakti mengatakan, perseroan selalu berupaya melakukan restrukturisasi. Salah satu satunya dilakukan melalui rights issue.

"Sudah kita lakukan rights issue dan restrukturisasi utang mulai dari 2016 sampai tahun 2018 sudah menghasilkan berhasil merestrukturisasi utang sebesar Rp 11,4 triliun," ujar Roy dalam paparan publik perseroan, Jumat, 10 Desember 2021.

Artikel Bakrie & Brothers negoisasi utang Rp 10 triliun, ditargetkan selesai 2022 menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Sabtu (11/12/2021):

1.Bakrie and Brothers Negoisasi Utang Rp 10 Triliun, Ditargetkan Selesai 2022

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) saat ini tengah negosiasi atas utang perseroan senilai Rp 10 triliun, dari total utang hingga kuartal III 2021 sebesar Rp 10,74 triliun.

Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk, Roy Hendrajanto Marta Sakti mengatakan, perseroan selalu berupaya melakukan restrukturisasi. Salah satu satunya dilakukan melalui rights issue.

"Sudah kita lakukan rights issue dan restrukturisasi utang mulai dari 2016 sampai tahun 2018 sudah menghasilkan berhasil merestrukturisasi utang sebesar Rp 11,4 triliun," ujar Roy dalam paparan publik perseroan, Jumat, 10 Desember 2021.

Berita selengkapnya baca di sini

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


2.Tays Bakers Siap Bangun Pabrik Baru pada Awal 2022

<span>PT Jaya Swarasa Agung Tbk menawarkan saham perdana ke publik 21,78 persen (Foto: Istimewa)</span>
PT Jaya Swarasa Agung Tbk menawarkan saham perdana ke publik 21,78 persen (Foto: Istimewa)


Produsen makanan ringan, PT Jaya Swarasa Agung Tbk atau Tays Bakers (TAYS) berencana memulai pembangunan pabrik baru pada Januari 2022.

Hal tersebut disampaikan oleh CEO Tays Bakers Alexander Anwar melalui siaran persnya yang diterima Jumat, 10 Desember 2021.

Pabrik baru ini akan dibangun di Sumedang. Pembangunan pabrik ini merupakan bagian dari rencana strategis perseroan untuk terus mendorong pertumbuhan Jaya Swarasa Agung di industri makanan dan minuman.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Daftar 48 Emiten Kena Peringatan Tertulis I Imbas Belum Rilis Laporan Keuangan

<span>Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)</span>
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)


48 emiten atau perusahaan tercatat mendapatkan peringatan tertulis I dari Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran belum menyampaikan laporan keuangan interim per 30 September 2021.

BEI mencatat 729 perusahaan tercatat yang mencatatkan saham yang wajib menyampaikan laporan keuangan per 30 September 2021 dari total 863 emiten.

Dari total 729 emiten itu, baru 650 emiten yang telah menyampaikan laporan keuangan interim yang berakhir per 30 September 2021. Demikian mengutip dari laman BEI, Jumat, 10 Desember 2021.

Berita selengkapnya baca di sini



Sumber: www.liputan6.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.