Top 3: Alasan Bentoel International Investama Perpanjang Tender Offer - Bicara Penting

Latest

logo

Top 3: Alasan Bentoel International Investama Perpanjang Tender Offer

Top 3: Alasan Bentoel International Investama Perpanjang Tender Offer

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Jakarta - PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) memperpanjang penawaran tender (tender offer) atas saham perseroan hingga 31 Desember 2021 terkait go private. Perpanjangan tender offer itu untuk memberikan kesempatan bagi pemegang saham untuk ikut dalam tender offer.

Hal itu disampaikan Corporate Brand & ESG Manager PT Bentoel International Investama Tbk, Maria Melissa Riyani Putri saat dihubungi ditulis Sabtu, 4 Desember 2021.

"Masih ada sebagian kecil saham yang masih dipegang oleh masyarakat. Perpanjangan periode tender offer adalah untuk memberikan kesempatan untuk shareholder yang masih bermaksud untuk berpartisipasi di dalam tender,” kata dia.

Artikel alasan Bentoel International Investama perpanjang tender offer menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Minggu (5/12/2021):

1.Alasan Bentoel International Investama Perpanjang Tender Offer

PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) memperpanjang penawaran tender (tender offer) atas saham perseroan hingga 31 Desember 2021 terkait go private. Perpanjangan tender offer itu untuk memberikan kesempatan bagi pemegang saham untuk ikut dalam tender offer.

Hal itu disampaikan Corporate Brand & ESG Manager PT Bentoel International Investama Tbk, Maria Melissa Riyani Putri saat dihubungi ditulis Sabtu, 4 Desember 2021.

"Masih ada sebagian kecil saham yang masih dipegang oleh masyarakat. Perpanjangan periode tender offer adalah untuk memberikan kesempatan untuk shareholder yang masih bermaksud untuk berpartisipasi di dalam tender,” kata dia.

Berita selengkapnya baca di sini

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


2.Ramai Aksi Korporasi Sektor Telekomunikasi Jadi Sentimen Positif di Pasar Modal

<span>Layar informasi pergerakan harga saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)</span>
Layar informasi pergerakan harga saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)


Sejumlah pelaku industri telekomunikasi tanah air melakukan aksi korporasi. Terbaru, ada PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) membagikan dividen total senilai Rp 9,5 triliun.

Pengamat pasar modal, Reza Priyambada menilai aksi tersebut menghadirkan sentimen positif di pasar modal. Ujung-ujungnya, akan mendorong aksi membeli saham Indosat oleh para pelaku pasar. Di sisi lain, Reza menilai sentimen positif terhadap emiten ISAT tak lepas dari kondisi pasar industri telekomunikasi yang sudah terbentuk.

“Artinya, pelaku pasar melihat bahwa semakin berkembangnya pasar dan teknologi, mendorong perkembangan proses digitalisasi (transformasi digital) pun semakin masif,” ujar Reza dalam keterangannya kepada wartawan, ditulis Sabtu, 4 Desember 2021.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Waskita Karya Bidik Kontrak Baru hingga Rp 30 Triliun pada 2022

<span>Gedung PT Waskita Karya (Persero) Tbk (dok: WSKT)</span>
Gedung PT Waskita Karya (Persero) Tbk (dok: WSKT)


PT Waskita Karya Tbk (WKST) mengincar kontrak baru Rp 25 triliun-Rp 30 triliun pada 2021. Kontrak baru itu akan berasal dari proyek pemerintah, anak perusahaan dan swasta.

"Target tahun depan kurang lebih Rp 30 triliun, kita harapkan untuk kontrak baru,” ujar Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk, Destiawan Soewardjono saat diskusi virtual yang digelar Indonesia Investment Education (IIE), Sabtu, 4 Desember 2021.

Ia mengatakan, kontrak baru itu akan didominasi dari proyek pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN). Hal ini seiring anggaran infrastruktur masih tinggi.  "Proyek pemerintah infrastruktur, jalan, bendungan akan menjadi fokus tahun depan,” kata dia.

Berita selengkapnya baca di sini



Sumber: www.liputan6.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.