Tak Ingin Omicron Masuk Indonesia, Menaker Ingatkan Prokes Jangan Kendor - Bicara Penting

Latest

logo

Tak Ingin Omicron Masuk Indonesia, Menaker Ingatkan Prokes Jangan Kendor

Tak Ingin Omicron Masuk Indonesia, Menaker Ingatkan Prokes Jangan Kendor

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah.

Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengklaim bahwa penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air sudah cukup terkendali. Bahkan Indonesia menjadi salah satu diantara lima negara dianggap mampu mengendalikan Covid-19.

Meski terkendali, dirinya tetap meminta masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan ketat. Mengingat beberapa daerah seperti DKI Jakarta saat ini kondisi mobilitas masyarakat dan aktivitas sosial ekonominya sudah mulai meningkat.

"Saya berharap pandemi turun tapi kesadaran untuk melaksanakan protokol kesehatan itu tidak turun," kata Menteri Ida dalam konferensi pers, Selasa (14/12).

Pemerintah khawatir, jika pengawasan dan penerapan protokol kesehatan di tingkat masyarakat turun, maka akan terjadi lonjakan kasus aktif Covid-19 kembali. Terlebih, baru-baru ini juga tengah ada varian umicorn yang mengintai belahan dunia.

"Meskipun kita belum, dan mudah-mudahan tidak omicron jangan sampai juga masuk ke Indonesia. Kita tidak ingin ada varian-varian baru masuk ke Indonesia," harapnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Peningkatan Kasus Covid-19

<span>Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah dalam acara NGOPI SUSU (Ngobrol Pintar Struktur dan Skala Upah) di Jakarta, Kamis (9/12/2021). (Dok Kemnaker)</span>
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah dalam acara NGOPI SUSU (Ngobrol Pintar Struktur dan Skala Upah) di Jakarta, Kamis (9/12/2021). (Dok Kemnaker)


Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, rata-rata peningkatan kasus harian selama tujuh hari atau seven day moving average per 14 November untuk kasus Covid-19 di Indonesia semakin baik. Airlangga mencatat, kini hanya terdapat 384 kasus dengan angka reproduksi rate di bawah 1.

"Ini sudah jauh menurun dari puncaknya 24 Juli yang lalu," kata Airlangga saat jumpa pers yang disiarkan secara daring, Senin (15/11).

Airlangga melanjutkan, tren penurunan ini semakin konsisten dengan kasus aktif sekarang hanya sebesar 0,31 persen dari angka kasus nasional. Artinya penurunan dari puncak adalah sudah turun drastis atau sebesar 98 persen jika dihitung dari 6 Agustus yang lalu.

Selain itu, parameter tingkat kematian di Indonesia akibat Covid-19 berada di angka 3,12 persen. Sedangkan untuk tingkat kesembuhannya, Indonesia kini ada di angka 96,57 persen.

Terakhir, capaian vaksinasi di Indonesia juga terus ditingkatkan. Airlangga memastikan untuk vaksinasi dosis pertama, Indonesia berada dalam level memadai.

 

 

Sumber: Dwi Aditya Putra

Reporter: Merdeka.com



Sumber: www.liputan6.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.