Surveyor Indonesia Bantu Pemerintah Tingkatkan TKDN di Industri Hilir Migas - Bicara Penting

Latest

logo

Surveyor Indonesia Bantu Pemerintah Tingkatkan TKDN di Industri Hilir Migas

Surveyor Indonesia Bantu Pemerintah Tingkatkan TKDN di Industri Hilir Migas

Talk Series Surveyor Indonesia yang diadakan pada Selasa, 30 November 2021.

Jakarta Threshold TKDN industri hilir migas masih terus digodok hingga saat ini, meski industri hulunya sudah melangkah jauh.

Nilai TKDN hulu migas saat ini bergerak mendekati target akhir tahun 60 persen. Perlu peran aktif berbagai pihak agar masalah threshold itu bisa teratasi segera. 

Direktur PT Surveyor Indonesia (Persero)/PTSI M. Haris Witjaksono mengatakan, Surveyor Indonesia saat ini sudah dan sedang menangani asesmen beberapa klien di industri migas terkait dengan nilai TKDN.

"Kami sudah lama membentuk unit khusus yang menangani TKDN dengan jumlah auditor yang cukup banyak dan akan terus bertambah kapasitasnya. Untuk tim auditor ini kami menekankan kecepatan dan ketepatan,” ungkapnya, Rabu (1/12/2021).

PTSI saat ini menangani kegiatan asesmen di hilir migas pada penambahan kapasitas kilang di Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Langit Biru Cilacap, RDMP Kilang Balikpapan Lawe-lawe dan kilang baru Grass Root Refinery (GRR) di Pertamina Rosneft, Tuban.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Dody Widodo menyoroti masalah threshold TKDN di industri hilir migas yang masih dalam tahap perhitungan yang matang.

Ia mengingatkan usaha industri khususnya minyak dan gas yang menjadi sumber daya Indonesia memberi kesempatan kepada industri penunjang migas dalam negeri sehingga bisa meningkatkan nilai TKDN.

Hal senada diungkapkan oleh Koordinator Niaga Ditjen Migas Wisik Chande Palupi (mewakili Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas) mengungkapkan bahwa masih banyak tantangan untuk industri hilir migas dalam mengimplementasi TKDN.

“Di Hilir tidak SKK Migas. Mekanisme berbeda dengan hulu. Solusi untuk hal ini mau tidak mau, perlu ada enforcement atau punishment agar satu kebijakan bisa berjalan,” ujar Wisik.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pengalaman

<span>Sumur migas milik PT Pertamina Hulu Energi (PHE), salah satu anak usaha PT Pertamina (Persero). (Dok PHE)</span>
Sumur migas milik PT Pertamina Hulu Energi (PHE), salah satu anak usaha PT Pertamina (Persero). (Dok PHE)


Dirut PTSI Haris menanggapi hal tersebut dengan menyatakan bahwa PTSI dengan pengalaman menangani perhitungan TKDN selama ini akan siap mendampingi pihak Ditjen Migas dalam menentukan threshold industri hilir migas.

Di sisi lain, Pjs. VP Local Content Utilization Management PT Pertamina Holding (Persero) Abdul Manan mengakui bahwa pihaknya sangat serius dalam implementasi TKDN mulai dari membentuk fungsi khusus TKDN setingkat VP di organisasi hingga melakukan roadshow sosialisasi “Vendor Day” dan internal secara marathon.

“Kami sudah mendapatkan progres baru asesmen TKDN dengan nilai 50 persen yang diverifikasi oleh Surveyor Indonesia,” ujar Manan.

Perwakilan industri yang hadir dalam acara tersebut, PT Torishima Guna Indonesia dan PT Ebara Indonesia yang juga berbagi pengalaman mengenai sertifikasi TKDN sepakat pada pernyataan di atas untuk melangkah bersama mengimplementasikan TKDN sebagai bagian dari bangga produk Indonesia.



Sumber: www.liputan6.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.