Pelaku Usaha Kuliner di Medan yang Gabung Youtap Meningkat 122 Persen - Bicara Penting

Latest

logo

Pelaku Usaha Kuliner di Medan yang Gabung Youtap Meningkat 122 Persen

Pelaku Usaha Kuliner di Medan yang Gabung Youtap Meningkat 122 Persen

Aplikasi Youtap (Dok. Youtap Indonesia)

Jakarta - Perusahaan teknologi digital Youtap mencatat adanya pertumbuhan pelaku usaha kuliner di Medan, Sumatera Utara yang bergabung ke dalam ekosistem mereka.

Herman Suharto, CEO Youtap Indonesia, mengatakan saat ini pelaku usaha terutama bisnis kuliner, semakin dituntut untuk kreatif dalam mempromosikan dan memasarkan produk.

"Agar mampu mengikuti perubahan perilaku konsumen yang ingin melanjutkan kebiasaan gadget untuk hampir semua kebutuhan," kata Herman dalam siaran persnya, ditulis Rabu (8/12/2021).

Herman mengatakan, dari situ terlihat bahwa pemanfaatan solusi digital menjadi semakin penting.

"Kami secara konsisten terus membangun ekosistem digital yang siap mendorong pelaku usaha mendapat capaian terbaiknya lewat beragam inovasi digital," kata Herman.

Youtap mengatakan, sektor kuliner seperti tempat makan dan kedai kopi mendominasi pelaku usaha Medan yang bergabung di ekosistemnya. Mereka sendiri sudah hadir di wilayah tersebut hampir setahun lebih.

Beberapa merchant di area sekitar Medan bahkan turut tumbuh secara organik dengan melakukan registrasi mandiri.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Sektor Kuliner Mendominasi di Medan

<span>Pembeli sedang scan qr qode menggunakan teknologi Youtap di coffe shop, Gading Serpong, Tangsel, Sabtu (14/11/2020). Youtap memberi kenyamanan pelanggan untuk mendapat bukti transaksi yang sah dan memudahkan transaksi on the go bagi para pelaku bisnis. (Liputan6.com/Fery Pradolo)</span>
Pembeli sedang scan qr qode menggunakan teknologi Youtap di coffe shop, Gading Serpong, Tangsel, Sabtu (14/11/2020). Youtap memberi kenyamanan pelanggan untuk mendapat bukti transaksi yang sah dan memudahkan transaksi on the go bagi para pelaku bisnis. (Liputan6.com/Fery Pradolo)


Dari 200 ribu pelaku usaha yang mengadopsi Youtap secara nasional, pelaku usaha kedai kopi terbanyak ditemui di Medan.

"Hal ini semakin menunjukkan bahwa pelaku usaha kini semakin termotivasi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan lewat digitalisasi," kata Youtap dalam pernyataannya.

Lebih lanjut mereka mengklaim, telah berhasil membantu digitalisasi lebih dari enam ribu pelaku usaha di lima kota dan kabupaten, dari total empat kabupaten di Sumatera Utara. Angka ini meningkat 42 persen dari tahun sebelumnya.

Adapun jumlah untuk di sektor usaha kuliner mencapai tiga ribu pelaku usaha, meningkat 122 persen dari tahun sebelumnya.

"Hadir di Medan sejak Agustus 2020, Youtap nyatanya mampu diterima dengan baik oleh para pelaku usaha hingga mengalami pertumbuhan yang signifikan untuk merchant yang bermigrasi ke digital," kata Herman.

Fitur PHP

<span>Model menunjukkan grafik cash flow pada aplikasi Youtap di coffe shop, Gading Serpong, Tangsel, Sabtu (14/11/2020). Youtap mendorong penggunaan pembayaran non-tunai kepada pelaku usaha demi memberi transaksi yang lebih higienis di tengah pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Fery Pradolo)</span>
Model menunjukkan grafik cash flow pada aplikasi Youtap di coffe shop, Gading Serpong, Tangsel, Sabtu (14/11/2020). Youtap mendorong penggunaan pembayaran non-tunai kepada pelaku usaha demi memberi transaksi yang lebih higienis di tengah pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Fery Pradolo)


Youtap sendiri mengungkapkan bahwa salah satu fitur teranyar dalam layanan mereka adalah PHP (Pesan dari HP).

Lewat layanan ini, pelaku usaha dari berbagai wilayah, termasuk Medan, bisa menawarkan cara mudah pemesanan dan pembayaran pelanggan dimanapun dan kapanpun lewat menu digital yang terintegrasi.

Selain fitur PHP, Youtap juga secara menyatakan konsisten mendukung penggunaan pembayaran non tunai.

Perusahaan melaporkan di Medan sendiri, terjadi peningkatan transaksi non-tunai hingga 8 kali lipat dengan total kenaikan transaksi menjadi 6 kali lipat dibandingkan tahun 2020.

Bambang, dari Sonang Coffee, salah satu merchant di Medan mengatakan, perubahan perilaku konsumen sangat terasa karena faktor higienitas menjadi perhatian mereka.

"Karena itu, penggunaan teknologi untuk mendukung kebutuhan konsumen menjadi sangat krusial agar bisnis dapat berjalan menjadi lebih baik," kata Bambang yang sudah menjalankan usaha sejak dua bulan lalu ini.

(Dio/Isk)

Infografis: 4 Unsur Wisata Ramah Lingkungan atau Berkelanjutan

<span>Infografis: 4 Unsur Wisata Ramah Lingkungan atau Berkelanjutan</span>
Infografis: 4 Unsur Wisata Ramah Lingkungan atau Berkelanjutan




Sumber: www.liputan6.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.