ORIENTASI; Pendidikan Seperti Ini Yang Harus Di Peroleh Anak-Anak Muslim - Bicara Penting

Latest

logo

ORIENTASI; Pendidikan Seperti Ini Yang Harus Di Peroleh Anak-Anak Muslim

ORIENTASI; Pendidikan Seperti Ini Yang Harus Di Peroleh Anak-Anak Muslim

Ainal Mardhiah, S.Ag. M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh 

Oleh: Ainal Mardhiah, S.Ag. M.Ag*)

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” (QS. Al Qashshash: 77).

Berdasarkan ayat di atas, model pendidikan yang harus dicari anak anak muslim, adalah pendidikan yang model kurikulumnya  berorientasi pada dua masa. Orientasi masa sekarang adalah  dunia dengan segala tantangan zaman.

Masa nanti, akhirat dengan impian menjadi ASOE SYURUGA ( menjadi penghuni syurga).

Sehingga mendapatkan dua kebahagiaan, BAHAGIA DI DUNIA DAN AKHIRAT.

Hal ini membutuhkan kurikulum yang mampu MENDIDIK KEMANDIRIAN pada generasi Islam, mandiri dalam hal aqidah, ibadah,  mandiri dalam hal ekonomi.

Baca juga: KITA ADALAH UMAT YANG SATU; Adakah Alasan Penting, Sehingga Kita Berpecah Belah

Realita yang kita lihat sekarang, anak anak Muslim belum mandiri dalam hal-hal tersebut,  tampak kita lihat;

PERTAMA, tidak mandiri secara AQIDAH. Ini nampak kita lihat banyak anak-anak Muslim, ketika azan tidak bersegera melaksanakan shalat,  sebagian sibuk di warkop, kafe (warung kopi, kafe kafe penuh dengan anak anak, dan remaja) untuk mencari WIFI sampai kehilangan waktu sholat, dibanding di mesjid dan kegiatan positif lainnya, mereka sibuk dengan handphone, sibuk dengan game.

KEDUA, tidak mandiri secara IBADAH. Hasil penelitian saya, masih banyak anak-anak remaja, yang akil baligh bahkan sudah menjadi mahasiswa masih meninggalkan sholat 5 waktu.

Padahal sebagaimana kita ketahui,  shalat itu tiang agama,  sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut ini;

 “Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” [HR. Tirmidzi).

Sholat yang merupakan tiang agama, tidak dilaksanakan. Dengan tidak melaksanakan shalat,  sama artinya dengan merobohkan agama. Ini menjadi salah satu TANDA KEGAGALAN PENDIDIKAN ISLAM. Yang harus segera diperbaiki baik oleh orang tua atau  sekolah dengan model kurikulum pendidikan yang selama ini di terapkannya.  

Orang tua akan ditanya tentang anak- anaknya, begitu juga guru dan pendidik akan ditanya tentang murid-muridnya untuk waktu yang dihabiskan bersamanya,  ada yang dari pagi sampai siang,  ada yang dari pagi sampai sore,  bahkan ada yang 24 jam bersamanya alias mondok. Begitu juga pemimpin negri  ini akan ditanya tentang rakyatnya.

KETIGA, tidak mandiri secara  ekonomi, ini dapat kita lihat banyak pengangguran meski sudah kuliah tinggi tinggi sampai ke luar negri.

Baca juga: GURU ADALAH INVESTOR AKHIRAT; Menanam di Dunia Memgambil Hasil Di Akhirat

Masyarakat di negeri ini, Alhamdulillah saat ini yang terbanyak adalah muslim, sangat penting ini diperhatikan oleh pemimpin negri dan pemerintah,  dengan membuat peraturan, bahwa tenaga kerja harus mengutamakan tenaga kerja anak negri, jika tidak, bisa dipastikan generasi Islam ke depan akan menjadi generasi yang lemah.

Dan bahaya terbesarnya adalah Islam akan hilang di dada generasi muda Islam kecuali hanya sedikit,  karena  masalah ekonomi.

Bahaya lainnya  anak-anak muslim, harus bekerja  pada  orang yang tidak menyayangi mereka seperti yang kita dengar baru baru ini, mereka bekerja sampai tidak di kasih makan, sakit tidak diobati, di buang ke laut,  tentu berat menjaga aqidah dilingkungan seperti ini, ini sangat berbahaya buat generasi penerus Islam.

Jika bukan kita sesama muslim yang menjaga Anak-Anak muslim,  lalu siapa lagi? Selain muslim,  tentu tidak bisa di harapkan sebagaimana Allah SWT ingatkan dalam ayat berikut ini:

Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah. (QS. Al Baqarah: 120).

Baca juga: KARAKTER IBU; Mempengaruhi Kesalehan Anak

Ini perlu bantuan dan perhatian pemerintah yang serius, menyiapkan lowongan kerja,  atau peluang usaha yang sesuai dengan lulusan Perguruan Tinggi yang ada.

Untuk mengubah kondisi ini, tentu tidak mudah,  perlu kerja sama berbagai pihak, perlu keikhlasan, perlu kurikulum pendidikan yang memiliki orientasi yang sesuai dengan kebutuhan anak menghadapi perkembangan zaman dan kurikulum yang mempersiapkan anak mandiri secara akidah, ibadah dan akhlak sebagai persiapan akhirat.

Salah satu CARANYA ADALAH LEWAT PENDIDIKAN

Kenapa lewat pendidikan, karena sebagian besar anak anak muslim menghabiskan waktunya di sekolah, anak-anak lebih mendengar guru dibandingkan orang tua sendiri, di sekolah dengan kawan lebih termotivasi, dirumah hanya sisa waktu, sore dan hari libur saja anak-anak di rumah. Untuk yang sekolah asrama,  24 jam anak-anak di asrama bersama guru, ustadz,  ustadzah.

Dengan demikian, kurikulum yang disusun harus dapat mempersiapkan anak didik mampu;

1. Mampu mempersiapkan anak-anak muslim bersanding dengan orang lain, dan mencintai tanah air sendiri, seperti: Bahasa  Arab, Bahasa Inggris, kemampuan membaca, menulis, berhitung, kewarga negaraan, dan  muatan lokal.

2. Mampu menghasilkan uang untuk membiayai kehidupan diri dan keluarganya. Sesuai dengan lapangan pekerjaan yang ada, baik yang milik negara maupun swasta atau peluang-peluang bisnis (usaha) yang ada sekarang atau peluang dimasa depan agar mampu mereka ciptakan.

Yang dikemas dalam mata pelajaran atau mata kuliah enterprener, prakarya, bisnis on line atau lainnya sesuai tingkat umur anak. Atau sesuai bidang yang digeluti masing-masing,  dengan bidang yang dipelajarinya, dapat membuka peluang peluang untuk mendapatkan materi (uang).

3. Mampu menghadapi perkembangan  zaman. Seperti teknik informatika, teknologi masa kini,  fisika, kimia, biologi, matematika dan lainnya yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan zaman.

4. Mempersiapan anak-anak menghadapi akhirat "masuk syurga". Malalui mata pelajaran agama tentang :

a. Aqidah dan akhlak



Sumber: aceh.tribunnews.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.