Menstruasi Adalah Siklus Bulanan Wanita, Pahami Gejala dan Siklusnya - Bicara Penting

Latest

logo

Menstruasi Adalah Siklus Bulanan Wanita, Pahami Gejala dan Siklusnya

Menstruasi Adalah Siklus Bulanan Wanita, Pahami Gejala dan Siklusnya

ilustrasi siklus menstruasi. (iStockphoto)

Jakarta Menstruasi adalah keluarnya darah dari vagina sebagai akibat siklus bulanan yang dialami wanita. Kondisi ini memang siklus normal pada wanita yang umumnya terjadi setiap bulan. Menstruasi dapat disebut juga dengan haid atau terkadang datang bulan.

Menstruasi dapat terjadi apabila sel telur yang dibuahi harusnya dapat menempel pada dinding rahim yang telah menebal. Namun, karena tidak ada pembuahan yang terjadi dinding rahim yang telah menebal akhirnya meluruh dan menimbulkan darah. Darah menstruasi adalah sebagian darah dan sebagian jaringan dari dalam rahim yang kemudian keluar dari tubuh melalui vagina.

Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari, kadang-kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari paling lama 15 hari.

Kemudian, kapan menstruasi dimulai? Bagaimana siklus dan gejalanya? Berikut penjelasan mengenai menstruasi yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (16/12/2021).


Kapan Menstruasi Dimulai?

<span>Ilustrasi menstruasi.</span>
Ilustrasi menstruasi.


Menarche adalah awal dari haid. Itu akan terjadi ketika semua bagian yang membentuk sistem reproduksi seorang gadis dewasa dan bekerja sama. Haid atau menstruasi seorang gadis biasanya dimulai antara usia 12 dan 14 tahun, tetapi ini dapat bervariasi dari 8 hingga 16 tahun. Menstruasi adalah tahap utama dalam masa pubertas seorang gadis. Ini adalah salah satu dari beberapa tanda fisik bahwa seorang gadis menjadi seorang wanita.

Sekitar 6 bulan sebelum mendapatkan haid pertama, seorang gadis dapat mendeteksi keputihan yang lebih jelas. Hal ini normal dan tidak perlu dikhawatirkan, kecuali jika cairan yang keluar berbau tajam atau menyebabkan gatal. Menstruasi akan terjadi secara teratur sampai wanita tersebut mencapai menopause.

Siklus Menstruasi

<span>Ilustrasi Menstruasi.</span>
Ilustrasi Menstruasi.


Siklus menstruasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan urutan kejadian saat tubuh wanita yang menandakan siap mengalami kehamilan setiap bulannya. Hitungan siklus menstruasi dianggap dimulai pada hari pertama terjadinya darah keluar melalui vagina. Meski rutin terjadi, banyak wanita yang belum mengetahui tentang fase menstruasi. Perlu diketahui jika proses haid terbagi menjadi empat fase, yaitu:

1. Fase Menstruasi

Fase ini umumnya terjadi dari hari pertama hingga hari kelima, yaitu saat lapisan rahim benar-benar ke luar dari vagina jika kehamilan tidak terjadi. Seluruh lapisan dalam rahim yang mengandung darah disebut dengan endometrium, akan luruh dan mengeluarkannya melalui organ intim wanita. Perdarahan umumnya terjadi selama tiga sampai lima hari, tetapi menstruasi hanya dua hingga tujuh hari yang terbilang normal. Saat ini terjadi, wanita akan mengalami nyeri di perut dan punggung yang disebabkan kontraksi pada rahim saat endometrium meluruh.

2. Fase Folikuler

Fase ini biasanya terjadi dari hari ke-6 hingga hari ke-14. Di fase ini, tingkat hormon estrogen meningkat sehingga lapisan rahim tumbuh dan menebal. Selain itu, hormon perangsang folikel dapat menyebabkan pertumbuhan folikel di ovarium. Selama hari ke-10 hingga ke-14, salah satu folikel yang ada dapat membentuk sel telur yang matang. Fase ini dapat menentukan siklus menstruasi seseorang tiap bulannya.

3. Fase Ovulasi

Saat memasuki ovulasi, sel telur yang dihasilkan sudah siap untuk dibuahi. Hal ini terjadi karena peningkatan hormon pelutein yang mampu menyebabkan ovarium melepaskan sel telurnya. Sel yang telah matang berpindah ke tuba falopi dan menempel di dinding rahim. Fase ini terjadi sekitar hari ke-14 dalam siklus menstruasi wanita selama 28 hari. 

4. Fase Luteal

Di fase ini, sel telur dilepaskan dari ovarium, sel telur mulai bergerak melalui tuba falopi menuju rahim. Kadar progesteron di dalam tubuh meningkat yang bertujuan membantu untuk mempersiapkan lapisan rahim agar terjadi kehamilan. Jika sel telur dibuahi oleh sperma dan menempel pada dinding rahim, maka kehamilan bisa terjadi. Apabila tidak terjadi kehamilan, lapisan rahim yang menebal akan terlepas dan memasuki periode menstruasi.

Gejala-Gejala yang Terjadi Selama Menstruasi

<span>Ilustrasi siklus menstruasi.</span>
Ilustrasi siklus menstruasi.


Saat wanita mengalami siklus menstruasi, tubuhnya mengalami perubahan pada kadar hormon. Kondisi ini mampu memengaruhi banyak hal, termasuk juga fisik dan emosi yang dapat timbul beberapa hari sebelum proses keluar darah dari organ intim terjadi. Gejala yang timbul sebelum menstruasi disebut juga dengan premenstrual syndrome (PMS). Gejala yang pasti terjadi saat menstruasi adalah pendarahan yang disertai dengan tanda-tanda tambahan yang dapat dirasakan, seperti:

1. Perut terasa mulas, mual dan panas.

2. Terasa nyeri saat buang air kecil.

3. Tubuh tidak fit.

4. Demam.

5. Sakit kepala dan pusing.

6. Gatal-gatal pada kulit.

7. Emosi meningkat.

8. Nyeri dan bengkak pada payudara.

9. Bau badan tidak sedap.

10. Suara kurang menarik.

11. Muncul Jerawat di wajah.

12. Nyeri pada perut bagian bawah.

Cara Meminimalisir Rasa Sakit saat Menstruasi

<span>Ilustrasi haid | unsplash.com</span>
Ilustrasi haid | unsplash.com


Menstruasi umumnya dapat menyebabkan gejala yang cukup mengganggu, sehingga perlu melakukan beberapa tindakan agar tidak mengganggu aktivitas harian. Beberapa hal yang ampuh untuk meringankan gejala yang timbul, antara lain:

- Kompres perut bagian bawah dengan botol yang berisi air panas atau menggunakan bantal pemanas agar nyeri yang dirasakan dapat mereda.

- Lebih banyak mengonsumsi air putih dan pastikan untuk menghindari konsumsi segala hal yang mengandung garam dan minuman yang berkafein. Hal ini berguna untuk mencegah pembengkakan dan retensi air.

- Berolahraga secara teratur.

- Mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dan kaya zat besi serta kalsium.

- Konsumsi vitamin E yang berguna untuk mencegah peradangan dan meningkatkan respon kekebalan tubuh.

- Lakukan aktivitas yang dapat meredakan stres.



Sumber: hot.liputan6.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.