Jerman, Belanda dan Negara Eropa Lain Berjanji Terima 40 Ribu Pengungsi Afghanistan - Bicara Penting

Latest

logo

Jerman, Belanda dan Negara Eropa Lain Berjanji Terima 40 Ribu Pengungsi Afghanistan

Jerman, Belanda dan Negara Eropa Lain Berjanji Terima 40 Ribu Pengungsi Afghanistan

Sebuah keluarga menghangatkan diri di luar kantor Direktorat Bencana tempat mereka berkemah, di Herat, Afghanistan (29/11/2021). Sekitar 2000 pengungsi meninggalkan desa Allahyar di provinsi Ghor karena kekeringan dan mencari bantuan dari pemerintah daerah di Herat. (AP Photo/Petros Giannakouris)

Brussels - Jerman sudah berjanji untuk menerima kedatangan 25.000 warga Afghanistan yang dianggap paling rentan menghadapi bahaya setelah Taliban mengambil alih kekuasaan di Kabul, menurut surat yang ditulis seorang pejabat tinggi Uni Eropa (EU).

Jumlah yang dijanjikan Jerman itu merupakan bagian dari sekitar 40.000 pengungsi Afghanistan dalam bahaya yang akan diterima oleh negara-negara anggota EU.

Jerman mencatatkan rekor jumlah hampir 900.000 orang yang berada di wilayahnya pada 2015 untuk mencari perlindungan. Sebagian besar dari mereka berasal dari Suriah, Afghanistan, dan Irak.

Dalam sebuah surat bertanggal 9 Desember yang dibaca Reuters pada Jumat 10 Desember 2021, Komisaris urusan Dalam Negeri EU Ylva Johansson meminta negara-negara anggota Uni Eropa untuk pada akhir 2022 sudah memenuhi janji menyediakan permukiman bagi orang-orang tersebut.

"Orang-orang yang rentan dan para pengungsi, yang menghadapi risiko, sedang menunggu untuk berangkat guna memulai hidup baru dengan aman dan bermartabat," katanya sebagaimana diwartakan Reuters, dikutip pada Sabtu (11/12/2021).

Sementara itu, Belanda sudah setuju untuk menerima lebih dari 3.100 warga Afghanistan yang nyawa dan keselamatan mereka saat ini dianggap berada dalam bahaya.

Prancis dan Spanyol akan menerima masing-masing 2.500 orang, sementara 2.000 lainnya akan diterima di Swedia, menurut dokumen tersebut.


Evakuasi oleh Negara Eropa dan Barat

<span>Seorang gadis Afghanistan melihat keluar dari rumahnya di pinggiran Herat, Afghanistan (29/11/2021). Sekitar 2000 pengungsi meninggalkan desa Allahyar di provinsi Ghor karena kekeringan dan mencari bantuan dari pemerintah daerah di Herat. (AP Photo/Petros Giannakouris)</span>
Seorang gadis Afghanistan melihat keluar dari rumahnya di pinggiran Herat, Afghanistan (29/11/2021). Sekitar 2000 pengungsi meninggalkan desa Allahyar di provinsi Ghor karena kekeringan dan mencari bantuan dari pemerintah daerah di Herat. (AP Photo/Petros Giannakouris)


Negara-negara Barat sudah mengevakuasi lebih dari 120.000 warga Afghanistan selama operasi penerbangan yang tergesa-gesa pada Agustus, ketika Taliban menduduki Kabul.

Perkembangan yang cepat di Aghanistan itu membuat penarikan misi militer internasional pimpinan Amerika Serikat --setelah dua puluh tahun berada di Afghanistan-- berakhir dengan kekacauan.

Pasukan negara-negara Barat pergi dari negara itu dengan meninggalkan puluhan ribu warga Afghanistan yang dulu bergerak sebagai pembela hak asasi manusia dan hak perempuan, atau bekerja sebagai wartawan maupun pegawai pemerintahan yang dulu.

Puluhan ribu warga Afghanistan itu kini mengkhawatirkan nasib mereka di bawah pemerintahan Taliban.



Sumber: www.liputan6.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.