ISLAM;  Menjaga Harmonisnya Kehidupan - Bicara Penting

Latest

logo

ISLAM;  Menjaga Harmonisnya Kehidupan

ISLAM;  Menjaga Harmonisnya Kehidupan

Ainal Mardhiah, S.Ag. M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh. 

Oleh: Ainal Mardhiah, S.Ag. M.Ag*)

HARMONISNYA KEHIDUPAN, ketika sendi-sendi kehidupan berjalan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sendi  merupakan tempat dua tulang bertemu (penghubung antar tulang).

Sendi berfungsi untuk  membantu tubuh agar dapat bergerak dengan harmonis, dengan adanya sendi, setiap anggota tubuh dapat bergerak dengan mudah melaksanakan fungsi dan tugas pokoknya masing-masing.

Sebagai contoh,  sendi pada lutut,  untuk mempermudah seseorang itu berjalan.  Sendi pada jari-jari untuk  mempermudah seseorang memegang sesuatu, menyuapkan makanan, melakukan  berbagai  pekerjaan tangan.

Tanpa sendi,  semua anggota tubuh lurus, tegang, tidak dapat bergerak, tidak dapat difungsikan dengan baik dan sempurna.  Begitu juga dengan kehidupan,  ketika salah satu sendinya bermasalah,  dapat membuat masalah terhadap seluruh kehidupan seorang muslim itu sendiri,  maupun muslim lainnya.

Baca juga: ISTRI Itu RATU Atau  PEMBANTU; Tergantung Kwalitas Iman, Ilmu Dan Akhlak Suami

ISLAM  adalah agama dengan  sistem yang sangat lengkap,  semua sistem tersebut  merupakan satu kesatuan yang terdiri dari berbagai komponen,  yang tidak dapat dipisahkan,  dan tidak boleh dipisahkan.

Sistem berasal dari bahasa Latin dan bahasa Yunani yaitu suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi untuk mencapai suatu tujuan. (Wikipedia)

Islam menjaga harmonisnya kehidupan,  dengan cara menjaga sendi-sendi kehidupan. Hal ini sesuai dengan kandungan  ayat-ayat Al- Qur'an dan Hadits yang menyebutkan bahwa Islam datang untuk  Menjaga Sendi Sendi Kehidupan yaitu: MENJAGA AGAMA, MENJAGA KETURUNAN, MENJAGA JIWA, MENJAGA  AKAL, MENJAGA HARTA.

Kelima hal tersebut merupakan sendi sendi kehidupan,  jika tidak terjaga dengan baik, kehidupan  ber-Islam tidak akan harmonis, tidak akan nampak Indah, tidak akan nampak bahwa Islam itu sebagai rahmat bagi sekalian alam, melainkan sebaliknya, nampak yang  buruk-buruknya seperti Islam itu jorok,  miskin, suka kawin banyak, jahat atau lainnya, padahal ini hanya kesalahan sebagian umat Islam, namun yang nampak buruk, adalah Islamnya secara keseluruhan.

Baca juga: ORIENTASI; Pendidikan Seperti Ini Yang Harus Di Peroleh Anak-Anak Muslim

Berikut ini uraian, bagaimana ISLAM menjaga keharmonisan kehidupan setiap muslim:

1. Islam Menjaga Agama

Menjaga Agama,  agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang,  agar Islam tetap survive,  tetap eksis sampai akhir zaman.

Dapat kita lihat,  betapa nyamannya seseorang itu hidup dibawah kepemimpinan seorang muslim,  dan sebaliknya kita lihat betapa sulitnya hidup di bawah kepemimpinan orang  selainnya.

Dengan demikian,  tujuan menjaga Islam untuk jangka pendek adalah agar menjadi rahmat bagi setiap umat Islam, dan bagi sekalian alam. Untuk jangka panjang  agar selamat kembali ke kampung akhirat dan dapat masuk Syurga, Insya Allah.

Ada 2 cara menjaga agama, yaitu:

Pertama,  Dakwah Bil Lisan.  

Dakwah adalah MENGAJAK Bukan MENGEJEK, MENYERU Bukan MENYURUH"

Dakwah  bil lisan adalah  "MENGAJAK atau MENYERU seseorang untuk ta'at kepada Allah SWT, Mengajak seseorang  kepada kebaikan dan kebenaran.

Seperti disebutkan dalam ayat berikut ini:

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang mengajak kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Merekalah orang-orang beruntung" (QS Ali Imran: 104).

Di hadis disebutkan:

“... sampaikan dariku meski satu ayat." (Shahih Al Bukhari)

Dakwah harus dilakukan oleh semua muslim dan muslimah,  tidak hanya oleh ustadz atau tengku-tengku di pesantren, dakwah itu kewajiban setiap muslim.

Sebagai contoh, kita orang tua,  guru atau pendidik,  mengajak atau menyerukan kepada anak anak kita, murid kita, untuk shalat, "Ayo kita shalat, ayo ayo, anak-anak semua ayo kita shalat." Lalu berbersama- bersama,  kita melaksanakan shalat dengan mereka setiap hari, sampai anak-anak terbiasa melaksanakan  shalat secara rutin.

Setelah selesai shalat bersama,  lanjut kita sampaikan keutamaan keutamaan shalat itu sendiri, sehingga anak-anak mencintai shalat,  dan menjaga shalatnya tanpa perlu di suruh suruh lagi.

Beda dengan menyuruh, anak kita suruh shalat sementara kita duduk di kantin sekolah,  ngopi atau merokok, atau dikantor ngobrol dengan kawan kawan,  atau nonton film bagi ibu-ibu, yang bapak-bapak main hp (handphone), sementara itu anak kita suruh pergi shalat.

Jika seperti ini caranya tidak heran  yang terjadi kemudian adalah, di depan kita anak-anak shalat karena takut sama kita,  ketika dibelakang kita,  shalat tidak lagi dikerjakan, karena tidak ada yang ia takuti.

Contoh lain, seperti yang disampaikan oleh salah seorang murid di sekolah, ketika guru bertanya, apakah tadi ananda ada shalat subuh,  di jawab oleh salah seorang murid, orang tua  saya tidak shalat, jadi saya tidak shalat juga.

Dengan demikian MENYERU dan MENGAJAK dalam DAKWAH itu, dengan perilaku dalam bentuk contoh teladan,  dan dalam bentuk lisan, ajakan untuk sama-sama melaksanakan.



Sumber: aceh.tribunnews.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.