DENGAN MENIKAH; Allah Cukupkan Rezeki - Bicara Penting

Latest

logo

DENGAN MENIKAH; Allah Cukupkan Rezeki

DENGAN MENIKAH; Allah Cukupkan Rezeki

Ainal Mardhiah, S.Ag. M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh. 

Oleh: Ainal Mardhiah, S.Ag. M.Ag*)

Banyak ANAK MUDA yang sudah layak nikah,  namun TIDAK MENIKAH,  katanya TAKUT,  takut nanti tidak bisa membahagiakan pasangan dan anak-anaknya, karena belum ada pekerjaan tetap, belum punya tabungan yang banyak,  belum mandiri, belum punya rumah, dan  lainnya.

Katanya "MENIKAH ITU TIDAK CUKUP DENGAN CINTA", begitu kira-kira.

Kalau kita tanya kepada yang belum  menikah, kenapa  berfikir begitu?

Mereka menjawab "MANA MUNGKIN DI KASIH SAMA ORANG TUA YANG  PERUMPAMAAN", jika kami yang datang melamar tidak punya pekerjaan tetap.  

Pastinya ORANG TUA takut, takut nanti anaknya tidak jelas masa depan,  takut nantinya anaknya  lapar, takut tidak bahagia.

Tidak bisa dipungkiri,  itu benar adanya, kekhawatiran itu adalah wajar, tanda sayang orang tua terhadap anaknya.

Namun FENOMENA tersebut, yang terkadang berlebihan, membuat  anak anak muda yang lajang takut untuk menikah,  takut karena biaya untuk nikah itu sangat mahal, maharnya sangat tinggi,  biaya pesta sangat besar, biaya isi kamar,  uang hangus  dan lainnya.

Jika direkap secara keseluruhan dengan standar minimal, misalnya  mahar 10 mayam 10 x 3 juta = 30 juta, uang isi kamar 10 juta (tempat tidur,  lemari sama cermin rias),  uang pesta 50 juta, dan lainnya, jumlahnya semua 90 juta.  

Bagi sebagian orang ini sangat berat, SEBAGIAN LAINNYA TIDAK MENJADI MASALAH,  untuk berjalannya niat baik ini,  diusahakan dengan segala cara.  

Yang DI khawatirkan dan disayangkan kalau sampai  berhutang. Menikah dengan cara berutang, tentu akan mempersulit diri.

Alangkah baiknya jika MENIKAH, dalam hal mahar, biaya pesta, baiknya sesuai kapasitas kemampuan saja.

Tidak perlu  mengada-ngada atau berlebihan, apalagi harus berhutang. Begitu juga dengan MAHAR,  seberapa kemampuan jangan sampai  berutang.

Menikah dengan memaksa diri sampai  berutang, tentu nya akan membuat susah sesudahnya, bahkan ini bisa menjadi awal masalah,  atau bibit keributan dalam rumah tangga,  HABIS NIKAH BAYAR HUTANG.

Menikah seperti apa, yang akan Allah buat seseorang itu dari yang MISKIN menjadi BERKECUKUPAN., menurut saya adalah sebagai berikut:

1. Menikah Karena Allah

Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. (QS.)

Menikah dengan niat melaksanakan perintah  Allah SWT,  dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad  SAW.

2. Menikah Untuk Menjaga Kemaluan

Dan Hal-Hal Yang Dapat Menimbulkan Perzinaan.

Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.” (HR Bukhari, Muslim).

3. Menikah Untuk Melanjutkan Keturunan

"Allah menjadikan kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?." (QS. An-Nahl ayat 72).

4. Menikah Untuk  Menyempurnakan Agama Seseorang

"Siapa yang diberi karunia oleh Allah seorang istri yang salehah, berarti Allah telah menolongnya untuk menyempurnakan setengah agamanya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah setengah sisanya". (HR. Baihaqi).

Sehingga dalam perjalanannya, rumah tangga itu menjadi tempat beribadah, tempat membekali diri dan anggota keluarga untuk akhirat.

5. Menikah Dengan Mahar Paling  Ringan

 "Nikah yang paling besar berkahnya yaitu yang paling ringan maharnya." (HR. Ahmad)

Berdasarkan hadis tersebut diatas, dapat kita ambil sebuah pelajaran bahwa sebaik-baik wanita adalah yang paling mudah dalam pernikahannya,  yang paling murah maharnya.

Sedangkan laki-laki yang paling baik adalah yang memberikan harta terbaiknya, yang ia mampu kepada calon istrinya sebagai mahar, semaksimal yang ia mampu,  dengan harta yang ia miliki.



Sumber: aceh.tribunnews.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.