Begini Isi Showroom Toyota di Masa Depan - Bicara Penting

Latest

logo

Begini Isi Showroom Toyota di Masa Depan

Begini Isi Showroom Toyota di Masa Depan

Akio Toyota, Presiden Toyota Motor Corp. mengungkapkan seperti inilah line up Toyota jika mengunjungi showroom di masa depan. (Global.Toyota)

Jakarta - Toyota membuat kejutan dalam menyambut era kendaraan listrik. Mereka membuat gebrakan dengan memperlihatkan calon kendaraan konsep berteknologi EV. Bukan cuma satu, melainkan 16 kendaraan sekaligus.

Akio Toyoda, Presiden Toyota Motor Corp. mengungkapkan seperti inilah line up Toyota jika mengunjungi showroom di masa depan. Seluruh model Toyota baik itu sedan, kendaraan kecil, hingga SUV menggunakan penggerak baterai yang mengedepankan zero emission.

Akio mengungkapkan ini adalah strategi Toyota untuk mencapai netralitas karbon, terutama kendaraan berbasis baterai elektrik yang merupakan teknologi paling menjanjikan saat ini untuk masa depan.

Selain itu kehadiran beragam model kendaraan masa depan ini merupakan jalan Toyota untuk memenuhi kebutuhan setiap konsumen yang tidak mungkin di jadikan dalam satu bentuk kendaraan saja.

Akio mengungkapkan ada dua kategori kendaraan listrik yang bergantung pada energi yang digunakan. Pertama adalah carbon-reducing vehicle.

Ini maksudnya kendaraan yang menggunakan energi untuk bergerak tapi tetap menghasilkan CO2, meski menggunakan teknologi listrik tetap bukan kendaraan zero emission.

Kategori kedua adalah carbon-neutral vehicle. Kendaraan ini bekerja dengan energi bersih dan mendapatkan nol emisi dalam seluruh proses pekerjaannya. Kendaraan ini yang tengah dikembangkan Toyota dan hadir dalam Toyota bZ series.

"Model bZ ini artinya beyond Zero. Ini adalah produk Toyota yang menggunakan baterai EV. Kendaraan ini tetap menawarkan kebebasan bergerak dan fun to drive di setiap modelnya. Tujuan kami tidak hanya mengurangi emisi CO2 dan dampak negatif lainnya menjadi nol, tapi tujuan kami melebihi itu," ucap Akio dalam konferensi pers.

Toyota sudah mengungkapkan bZ4X, konsep yang digarap dengan Subaru ini akan bermain di pasar SUV yang menawarkan kebebasan bermanuver di semua medan. Model ini akan diluncurkan tahun depan dan diproduksi di pabrik Motomachi milik Toyota dan akan segera diantarkan ke konsumen.

Akio juga memperlihatkan dua model konsep bergaya SUV dan SUV kompak untuk menjawab kebutuhan pasar SUV yang berkembang. Toyota mengedepankan ukuran yang diterima berbagai pasar di seluruh dunia dan untuk membuat produk terjangkau.

Ukuran kendaraan yang kecil membuat ukuran baterai juga mengecil. Toyota berkonsentrasi pada tenaga efisien untuk menjalankan kendaraan listrik hingga jarak terjauh. Akio mengklaim Toyota saat ini mengincar konsumsi 125 watt-hour per kilometer yang akan dirasakan pada model SUV kompaknya.

Akio juga memperlihatkan model konsep SUV besar dengan tiga baris tempat duduk serta sedan sporty. Harapannya, Toyota dapat memberikan opsi pada setiap kebutuhan konsumen di seluruh dunia, tentu dengan desain yang unik dan indah serta tidak lupa menawarkan fun to drive kendaraan EV dan pengalaman hidup bersama kendaraan listrik.

"Saat ini Toyota sudah menawarkan lebih dari 100 model kendaraan konvensional, hybrid, plug in hybrid, dan fuel cell electric vehicle di lebih dari 170 negara. Lexus sudah memperkenalkan 30 model kendaraan konvensional, hybrid electric vehicle dan plug in hybrid lebih dari 90 negara dan kawasan. Toyota berencana memperkenalkan 30 baterai EV model pada 2030 secara global baik di segmen kendaraan penumpang maupun niaga," ucap Akio.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Sejarah Panjang Pengembangan Kendaraan Listrik Toyota

Dari mobil-mobil konsep tersebut ada beberapa yang menarik perhatian seperti konsep Lexus RZ yang menawarkan bentuk sporty serta kemampuan jarak tempuh hingga 700 km dengan pengembangan konsep kendaraan di masa depan bernama Sport Battery EV.

Lexus akan mengembangkan BEV sport yang menawarkan kesenangan berkendara serta performa maksimal layaknya produk LFA yang legendaris.

Toyota juga berharap dapat menjual secara global 3,5 juta kendaraan BEV pada 2030. Lexus sendiri memiliki target pada 2030 sudah menawarkan kendaraan listrik 100 persen di pasar Eropa, Amerika Utara dan China dengan penjualan mencapai 1 juta unit.

Toyota sendiri memiliki sejarah panjang dalam pengembangan kendaraan listrik. Pada 1997 Toyota memperkenalkan Prius sebagai kendaraan hybrid pertama di dunia.

Pengembangan EV Toyota jauh sebelum Prius yakni pada 1992 mendirikan divisi kendaraan listrik dan pengembangannya termasuk memperlihatkan RAV4 EV untuk pasar global.

Pada tahun 2000-an, Toyota memperlihatkan konsep kendaraan komuter mungil e-com. Pada 2012 Toyota memperkenalkan COMS dan eQ sebagai jawaban untuk mobilitas ringan dengan ukuran mini. Ada juga yang sudah diperlihatkan di Indonesia, C+Pod dan C+ walk termasuk e-Pallete untuk beragam kebutuhan.

Tidak lupa Toyota juga pada tahun 90-an mengembangkan teknologi fuel cell electric vehicle dengan bahan bakar hidrogen.

Pada 2002 Toyota FCHV diperkenalkan dan pada 2008 kembali diperkenalkan dengan nama FCHV-adv. Penanda lainnya, Mirai hadir pada 2014 dan menjadi kendaraan fuel cell yang dijual.

"Lebih dari 26 tahun Toyota sudah berinvestasi hampi 1 triliun yen dan memproduksi 19 juta baterai. Kami percaya pengalaman kami di bidang kendaraan listrik menjadi modal penting untuk pasar yang semakin kompetitif di masa depan. Kami akan meningkatkan 2 triliun yen investasi baterai kendaraan listrik agar lebih canggih, lebih berkualitas dan lebih terjangkau," ucap Akio.

Sumber: Oto.com

Infografis 8 Tips Liburan Akhir Tahun Minim Risiko Penularan Covid-19

<span>Infografis 8 Tips Liburan Akhir Tahun Minim Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)</span>
Infografis 8 Tips Liburan Akhir Tahun Minim Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)




Sumber: www.liputan6.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.