Akhiri AIDS, Cegah  HIV, Akses untuk Semua - Bicara Penting

Latest

logo

Akhiri AIDS, Cegah  HIV, Akses untuk Semua

Akhiri AIDS, Cegah  HIV, Akses untuk Semua

Oleh Sri Mulyati Mukhtar, SKM., MKM, Fungsional Penyuluh Kesehatan Masyarakat Ahli Madya dan Konselor HIV-AIDS RSU Cut Meutia Aceh Utara)

Tanggal 1 Desember 2021 ini kembali kita memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS). Momen ini menjadi pengingat bahwa HIV-AIDS masih jadi salah satu masalah utama kesehatan secara global.

Peringatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS diseluruh dunia yang disebabkan oleh HIV.

HAS pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di  Organisasi Kesehatan Sedunia .

Baca juga: Hari AIDS sedunia, Ini 8 Gejala HIV pada Wanita Waspadai Sebelum Terlambat

Baca juga: Aduh, Penderita HIV/AIDS di Aceh Barat Capai 18 Orang, 6 Orang Meninggal Dunia dan 7 Menghilang

Baca juga: Ditemukan 77 Kasus HIV/AIDS di Lhokseumawe, Ini Jumlah yang Meninggal Dunia 

Bunn dan Netter menyampaikan ide mereka kepada Dr. Jonathan Mann, Direktur Program AIDS Global (kini UNAIDS).

Dr. Mann menyukai konsepnya, menyetujuinya, dan sepakat dengan rekomendasi bahwa peringatan pertama Hari AIDS Sedunia diselenggarakan pada 1 Desember 1988.

Berikutnya konsep HAS ini digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia tahun 1988 yang membahas mengenai program-program Pencegahan AIDS.

Sejak itu mulai diperingati oleh pihak pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal di seluruh dunia.

Pada masa-masa awal itu epidemi infeksi HIV kian melonjak dan menjadi agenda kesehatan global.

Baca juga: Hari AIDS Sedunia 1 Desember, Ini Sejarah HIV/AIDS, Berawal dari Kongo Hingga Berujung Pandemi

Baca juga: 10 Tahun Menuju Akhir AIDS 2030

Baca juga: Napi Lapas Lhoksukon Jalani Pemeriksaan Pemeriksaan HIV/AIDS, Ini Sebabnya 

Selanjutnya HAS diperingati setiap tahun dengan mengangkat tema yang mencerminkan tujuan kebijakan otoritas kesehatan masyarakat dalam mengatasi HIV/AIDS.

Tak terkecuali tahun 2021 ini mengusung Tema Global End Inequalities. End AIDS. End Pandemic selanjutnya diadopsi menjadi tema “Nasional Akhiri AIDS, Cegah HIV, Akses Untuk Semua.”

Peringatan HAS tahun 2021 di Indonesia dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) melalui penggerakan sumber daya yang melibatkan semua sektor terkait.

Baca juga: Virus Corona Terus Ancam Aceh, Pengidap AIDS/HIV Tiba-tiba Muncul, Empat Kota Asal Mereka

Terlebih dimasa pandemik Covid-19, WHO menyatakan HIV tetap menjadi masalah utama kesehatan masyarakat global, meskipun dunia telah membuat kemajuan signifikan sejak akhir 1990-an.

Seperti halnya masalah kesehatan utama lainnya, HIV-AIDS juga menghadapi tantangan tambahan selama pandemi Covid-19.

Layanan pencegahan, pengujian, pengobatan dan perawatan HIV semuanya terganggu terutama di negara-negara dengan sistem kesehatan yang rapuh.

Hancurnya layanan penting HIV karena Covid-19 mengancam nyawa.

Setiap perlambatan dalam penyediaan layanan ini akan membuat banyak populasi rentan berisiko lebih besar terhadap infeksi HIV dan kematian terkait AIDS.

Secara global, epidemi HIV mengalami penurunan sekitar 33% sejak tahun 2001, sehingga tahun 2012 diperkirakan sekitar 2,3 juta infeksi baru pada dewasa dan anak.

Kematian terkait dengan AIDS menurun sampai 30% sejak 2005 karena peningkatan akses pengobatan ARV, termasuk kematian dikaitkan dengan TBC, juga menurun sampai 30% sejak 2004.

Baca juga: Tahun 2020 Kasus HIV/AIDS di Langsa Bertambah 2 Orang

Kematian terkait AIDS menurun dari puncaknya pada 2004 dengan 1,7 juta kematian terkait AIDS per tahun menjadi 770 ribu kematian terkait AIDS pada 2016.

Indonesia berupaya untuk mencapai Ending AIDS pada tahun 2030 sebagai bentuk komitmen bersama negara-negara lain di dunia.

Beberapa langkah strategis dilakukan untuk mencapai target indikator SDG S , RPJMN, Renstra, triple 90 (90% orang mengetahui status HIV, 90% ODHA mendapatkan ARV dan 90% ODHA on ART dan mengalami supresi viralload, dan pencapaian Three Zeros (zero infeksi baru HIV, zero kematian yang diakibatkan oleh AIDS dan meniadakan stigma dan diskriminasi yang diakibatkan oleh HIV-AIDS).

Tantangan penanggulangan HIV-AIDS dan IMS di Indonesia adalah bagaimana meniadakan inkualitas dan menjamin kesetaraan.

ODHA sering kali distigmatisasi sebagai orang yang berperilaku jahat atau menyimpang.

Sehingga untuk menjaga semua upaya mengakhiri AIDS tahun 2030 tetap pada jalurnya menjadi tantangan terbesar.

Terlebih tingkat pemahaman masyarakat yang masih kurang tentang penyakit HIV-AIDS ini.

Dalam rangka HAS ini, mari kita memahami HIV dan AIDS merupakan dua hal berbeda, akan tetapi saling berhubungan.

Human Imunodeficeiency Virus (HIV) adalah virus yang menyebabkan penyakit Asquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). HIV secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh.

Selain menurunnya sistem kekebalan tubuh, HIV menyerang dan menghancurkan sel CD4 yang seharusnya dapat melawan infeksi.

Baca juga: Perempuan dan Anak Perempuan Rentan Kekerasan Seksual Selama Lockdown, Tertular AIDS Lebih Tinggi

Ketika sel CD4 diserang dan hancur, tubuh sulit melawan infeksi.



Sumber: aceh.tribunnews.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.