Aceh Wajib Capai Vaksinasi Dua Dosis - Bicara Penting

Latest

logo

Aceh Wajib Capai Vaksinasi Dua Dosis

Aceh Wajib Capai Vaksinasi Dua Dosis

Oleh Dokter Iman Murahman, Mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala

Sesuai dengan laporan dari Satgas Covid-19 Provinsi Aceh bahwa pada tanggal 11 Desember 2021 akumulasi kasus Covid-19 di daerah ini mencapai 38.423 kasus dengan 2.066 (5,38%) kematian.

Angka usia yang paling banyak terkena Covid-19 adalah umur 15–45 tahun.

Kematian karena Covid-19 di Provinsi Aceh menduduki peringkat ke-5 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, berdasarkan hasil laporan Satgas Covid-19 Indonesia.

Kebanyakan perilaku masyarakat Aceh yang lebih banyak menunggu sakit berat dulu baru kemudian masuk RS, dan para orang tua dan lansia umur di atas 50 tahun adalah yang paling banyak yang meninggal dunia.

Akhir-akhir ini pun masyarakat Kembali dihebohkan dengan varian baru Virus Covid-19 yaitu Omicron.

Virus ini sangat membahayakan, mulai muncul di Afrika dan Eropa dan sangat menular.

Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman memperkirakan Omicron sudah ada di Indonesia.

Analisisnya terkait keberadaan varian baru itu sudah ada di tengah masyarakat, karena daya sebar Omicron yang supercepat.

Apalagi, negara tetangga Indonesia sudah mendeteksi varian tersebut seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Namun mengutip pernyataan resmi Kementerian Kesehatan melalui Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI dr.Siti Nadia Tarmizi, M.

epid, bahwa dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) atau pemeriksaan laboratorium terhadap semua varian virus Covid-19 yang terus dilakukan pemerintah secara intensif, varian baru Covid-19 Omicron belum terdeteksi di Indonesia.

Informasi ini sekaligus mengklarifikasi sejumlah pemberitaan yang mengatakan adanya pasien yang terpapar varian baru Omicron.

Namun demikian, kita terus harus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan jangan sampai lengah dalam menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

(220) Untuk program vaksinasi Covid-19 di Indonesia dan di Aceh sudah dimulai pada pertengahan Januari tahun 2021 oleh Presiden Jokowi.

Tujuan utamanya adalah untuk menimbulkan kekebalan tubuh sehingga bila terkena Covid-19 pun tidak akan sakit berat sampai meninggal.

Vaksinasi ini dimulai terhadap tenaga kesehatan terlebih dahulu, dikarenakan mereka merupakan yang paling mudah terpapar, kemudian para petugas publik disertai para lansia yang memang sangat beresiko terkena Covid-19, baru yang terakhir sasarannya adalah masyarakat umum dan para pelajar.

Yang sedang terjadi di Aceh adalah sampai tanggal 10 Desember 2021, capaian vaksinasi dosis 1 baru sampai 43%, terendah kedua se-Indonesia, di depan Provinsi Papua.

Bila dengan perbandingan geografis sulit seperti Provinsi Kepulauan Riau maka mereka sudah hampir 95% dosis 1, atau dengan kharakteristik dan kultur masyarakat yang sama yaitu Provinsi Sumatera Barat mereka sudah mencapai 55% dosis 1 atau tetangga Aceh yaitu Provinsi Sumatera Utara yang sudah mencapai 60% dosis 1 sesuai situs vaksin.kemkes.go.id.

Sehingga untuk tingkat Sumatera pun Provinsi Aceh adalah yang terendah capaian vaksinasinya.

Maka publik seluruh Indonesia dan dunia patut begitu bertanya ada apa di Aceh.

Rendahnya pencapaian vaksinasi ini bahkan terjadi pada para lansia yang masih yang baru 21% dosis pertama, dimana kita sangat mengetahui bahwa lansia ini yang akan paling resiko bila gelombang selanjutnya Covid-19 kembali ke Aceh.

Untuk kabupaten/kota paling tinggi cakupannya hanya Kota Banda Aceh yaitu 92% dosis pertama.

Adapun kabupaten terendah adalah Kabupaten Pidie dan Aceh Utara yang masih di bawah 30%.

Untuk seluruh Provinsi Aceh, sasaran pertama-tama untuk vaksinasi Covid-19 di Aceh yaitu tenaga kesehatan telah mencapai di atas 100% sasaran untuk dosis 1 dan 2, kemudian untuk petugas publik yang telah divaksin Covid-19 adalah 63% dari sasaran untuk dosis 1.

Lalu untuk masyarakat Aceh lainnya baru mencapai 40% dosis 1 serta untuk remaja baru mencapai 42% dosis pertama, dan yang terbanyak adalah pelajar SMA sederajat.

Jadi, menurut penulis, rendahnya capaian vaksinasi di Aceh juga adalah karena banyaknya bacaan tentang vaksin Covid-19 yang tidak benar alias hoaks di masyarakat, termasuk yang paling ekstrem adalah bila setelah dilakukan vaksinasi maka tidak akan lama kemudian yang bersangkutan akan meninggal dunia.

Selain itu juga tempat vaksinasi dan tenaga vaksinasi yang masih terbatas juga menyebabkan masyarakat harus datang ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Masih banyaknya tokoh agama dan tokoh masyarakat yang juga belum dilakukan vaksinasi Covid-19.

Hal ini sangat perlu dikarenakan tokoh agama adalah penentu arah pandangan masyarakat Aceh.



Sumber: aceh.tribunnews.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.