10 Saham Paling Merosot pada 13-17 Desember 2021 - Bicara Penting

Latest

logo

10 Saham Paling Merosot pada 13-17 Desember 2021

10 Saham Paling Merosot pada 13-17 Desember 2021

Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta - Selama sepekan, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah  0,77 persen menjadi 6.601,93 dari pekan sebelumnya di posisi 6.652,92. Kapitalisasi pasar bursa pun merosot 0,72 persen pada pekan ini. 

Kapitalisasi pasar bursa susut Rp 60,22 triliun dari Rp 8.338,96 triliun menjadi Rp 8.278,74 triliun. Rata-rata transaksi harian susut 16,67 persen menjadi Rp 12,52 triliun dari Rp 15,03 triliun pada pekan sebelumnya.

Rata-rata frekuensi transaksi bursa juga merosot 0,94 persen menjadi 1.309.827 transaksi dari 1.322.238 transaksi selama sepekan sebelumnya. Demikian mengutip keterangan tertulis BEI, Sabtu (18/12/2021).

Pada pekan ini, rata-rata volume transaksi harian bursa turun 8,79 persen menjadi 23,40 miliar saham dari 25,65 miliar saham pada penutupan pekan lalu.

Investor asing cenderung melakukan aksi jual. Investor asing jual saham Rp 2,12 triliun. Sebanyak 713 saham aktif diperdagangkan pada pekan ini dari total saham tercatat 768 saham.

Selama sepekan, ada sejumlah saham yang alami koreksi tajam. Bahkan penurunan saham tersebut melebihi koreksi IHSG. Berikut 10 saham yang masuk top losers pada 13-17 Desember 2021 seperti dikutip dari data BEI:

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


10 Saham Paling Melemah dalam Sepekan

<span>Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)</span>
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)


1.PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH)

Saham WGSH melemah 30,63 persen dari Rp 222 per saham menjadi Rp 154 per saham.

2.PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE)

Saham BLUE melemah 28,96 persen dari Rp 625 per saham menjadi Rp 444 per saham.

3.PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST)

Saham IBST turun 24,09 persen ke posisi Rp 6.225 per saham dari pekan lalu Rp 8.200 per saham.

4.PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC)

Saham RANC melemah 23,21 persen ke posisi Rp 1.935 per saham dari pekan lalu Rp 2.520 per saham.

5.PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS)

Saham SLIS melemah 22,97 persen ke posisi Rp 1.090 per saham dari pekan lalu Rp 1.415 per saham.

10 Saham Paling Melemah dalam Sepekan

<span>Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)</span>
Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)


6.PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI)

Saham SQMI turun 22,22 persen dari Rp 90 per saham menjadi Rp 70 per saham.

7.PT Ace Oldfields Tbk (KUAS)

Saham KUAS turun 22 persen dari Rp 150 per saham menjadi Rp 117 per saham.

8.PT Intraco Penta Tbk (INTA)

Saham INTA merosot 20,91 persen dari Rp 110 per saham menjadi Rp 87 per saham.

9.PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS)

Saham KIOS susut 20,47 persen dari Rp 635 per saham menjadi Rp 505 per saham.

10.PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)

Saham MGLV melemah 19,23 persen dari Rp 260 per saham menjadi Rp 210 per saham.

 



Sumber: www.liputan6.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.