Top 3: Gerhana Matahari 19 November 2021 Bakal Muncul 3 Jam Lebih Jadi Sorotan - Bicara Penting

Latest

logo

Top 3: Gerhana Matahari 19 November 2021 Bakal Muncul 3 Jam Lebih Jadi Sorotan

Top 3: Gerhana Matahari 19 November 2021 Bakal Muncul 3 Jam Lebih Jadi Sorotan

Bulan purnama terlihat selama gerhana sebagian di Sydney, Australia pada Rabu (26/5/2021). Gerhana bulan total yang bertepatan dengan Supermoon untuk pertama kalinya dalam dua tahun. (Saeed KHAN / AFP)

Jakarta - Hari ini 19 November 2021 bakal terjadi fenomena langit yang jarang terjadi, Gerhana Bulan Sebagian yang juga terlihat di Indonesia. Hal itu dibenarkan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Fenomena ini, seperti disebutkan NASA --sebelumnya dikatakan muncul 18-19 November 2021-- diprediksi bakal jadi yang terlama abad ini. Muncul tiga jam lebih. Berita soal tersebut ternyata mencuri perhatian banyak pembaca di kanal Global Liputan6.com edisi hari ini.

Selain isu Gerhana Bulan Sebagian, kabar lain yang juga jadi sorotan adalah terkait ujian yang dilaksanakan sembilan jam di Korea Selatan dikenal dengan nama "Suneung”, yang merupakan tes wajib untuk masuk universitas terkemuka dan dijadikan sebagai kunci untuk meningkatan status sosial, karier yang menguntungkan, dan bahkan prospek pernikahan.

Lalu terkait WHO yang mengatakan kematian akibat Virus Corona di Eropa naik 5 persen pada minggu lalu, membuat Eropa menjadi wilayah di dunia dengan kasus kematian akibat COVID-19 yang meningkat.

Berikut ini selengkapnya dalam Top 3 Global Liputan6.com edisi Jumat (19/11/2021);

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


1. Gerhana Bulan Sebagian Terlama Abad Ini Terjadi 19 November 2021, Diprediksi Muncul 3 Jam Lebih

<span>Perkembangan gerhana dimulai dengan sebagian menutupi bulan seperti yang terlihat di Sydney, Australia, pada Rabu 26 Mei 2021. (Saeed / AFP / Getty)</span>
Perkembangan gerhana dimulai dengan sebagian menutupi bulan seperti yang terlihat di Sydney, Australia, pada Rabu 26 Mei 2021. (Saeed / AFP / Getty)


Menurut Andi Pangerang dari Pusat Riset Sains Antariksa Lapan, permukaan Bulan akan tertutupi oleh umbra Bumi sebesar 97,85%. Sehingga durasi gerhana dapat mencapai 3 jam 28 menit. Perkiraan waktu ini sesuai dengan yang diprediksi oleh NASA.

Gerhana Bulan Sebagian kali ini paling lama terlihat di wilayah paling timur Indonesia.

"Sayangnya di Indonesia hanya daerah Papua saja yang durasi gerhananya paling lama, yaitu 2 jam 20 menit sejak Bulan terbit. Sementara bagian Barat Indonesia tidak dapat mengamati puncak Gerhana bulan Sebagian," paparnya.

Selengkapnya di sini...

2. Setengah Juta Siswa 9 Jam Lakukan Ujian Masuk Universitas, Korsel Seketika Hening

<span>Siswa mengikuti ujian masuk perguruan tinggi tahunan di sebuah sekolah di Seoul, Korea Selatan, Kamis (18/11/2021). Bagi warga negara Korea Selatan, ujian masuk perguruan tinggi dianggap sebagai hal yang sangat penting. (Chung Sung-Jun/POOL/AFP)</span>
Siswa mengikuti ujian masuk perguruan tinggi tahunan di sebuah sekolah di Seoul, Korea Selatan, Kamis (18/11/2021). Bagi warga negara Korea Selatan, ujian masuk perguruan tinggi dianggap sebagai hal yang sangat penting. (Chung Sung-Jun/POOL/AFP)


Ujian yang dilaksanakan sembilan jam di Korea Selatan dikenal dengan nama "Suneung”, yang merupakan tes wajib untuk masuk universitas terkemuka dan dijadikan sebagai kunci untuk meningkatan status sosial, karier yang menguntungkan, dan bahkan prospek pernikahan.

Banyak pihak menganggap sistem pendidikan yang ulta-kompetitif Korea Selatan dituding sebagai penyebab tekanan besar pada siswa dan menjadi pemicu Depresi remaja, dengan tingkat bunuh tinggi yang termasuk tinggi di dunia.

Selengkapnya di sini...

3. WHO: Peningkatan Kematian Akibat COVID-19 di Eropa Tertinggi

<span>Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) (AP Photo)</span>
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) (AP Photo)


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kematian akibat Virus Corona di Eropa naik 5 persen pada minggu lalu, membuat Eropa menjadi wilayah di dunia dengan kasus kematian akibat COVID-19 yang meningkat.

Badan kesehatan PBB itu mengatakan kasus yang dikonfirmasi melonjak 6 persen secara global, didorong oleh peningkatan di Amerika, Eropa dan Asia.

Dalam laporan mingguannya tentang pandemi yang dikeluarkan Selasa malam, WHO mengatakan kematian COVID-19 di semua wilayah selain Eropa tetap stabil atau menurun, dan berjumlah 50.000 di seluruh dunia pekan lalu, seperti dilansir dari Nine News, Kamis (18/11/2021).

Selengkapnya di sini...

Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan COVID-19

<span>Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)</span>
Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)




Sumber: www.liputan6.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.