Top 3: 10 Saham Paling Aktif Ditransaksikan pada 22-26 November 2021 - Bicara Penting

Latest

logo

Top 3: 10 Saham Paling Aktif Ditransaksikan pada 22-26 November 2021

Top 3: 10 Saham Paling Aktif Ditransaksikan pada 22-26 November 2021

Papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat rata-rata nilai transaksi harian bursa selama sepekan kemarin (22-26 November 2021) naik sebesar 9,16 persen menjadi Rp14,47 triliun. Pada pekan sebelumnya, transaksi harian Rp13,26 triliun.

Rata-rata frekuensi harian bursa juga naik tipis sebesar 0,06 persen menjadi 1.368.518 transaksi dari 1.367.702 transaksi.

Pada pekan ini, tercatat ada 10 saham paling aktif ditransaksikan berdasarkan nilai transaksi.

Dari 10 saham yang paling aktif ditransaksikan berdasarkan nilai tersebut, lima di antaranya adalah saham perbankan, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT  Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Artikel 10 saham paling aktif ditransaksikan pada 22-26 November 2021 menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Minggu, (28/11/2021):

1.10 Saham Paling Aktif Ditransaksikan pada 22-26 November 2021

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat rata-rata nilai transaksi harian bursa selama sepekan kemarin (22-26 November 2021) naik sebesar 9,16 persen menjadi Rp14,47 triliun. Pada pekan sebelumnya, transaksi harian Rp13,26 triliun.

Rata-rata frekuensi harian bursa juga naik tipis sebesar 0,06 persen menjadi 1.368.518 transaksi dari 1.367.702 transaksi.

Pada pekan ini, tercatat ada 10 saham paling aktif ditransaksikan berdasarkan nilai transaksi.

Dari 10 saham yang paling aktif ditransaksikan berdasarkan nilai tersebut, lima di antaranya adalah saham perbankan, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT  Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Berita selengkapnya baca di sini

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


2.Saham Didi Merosot Usai Kabar Diminta Delisting di Bursa AS

<span>(Foto: Ilustrasi wall street, Dok Unsplash/Sophie Backes)</span>
(Foto: Ilustrasi wall street, Dok Unsplash/Sophie Backes)


Saham Didi merosot tajam pada perdagangan Jumat, 26 November 2021. Hal ini setelah Bloomberg melaporkan regulator China meminta eksekutif perusahaan untuk merumuskan rencana delisting dari Amerika Serikat (AS).

Saham Didi ditutup turun 2,59 persen di Amerika Serikat di tengah aksi jual yang lebih luas. Saham SoftBank di Jepang ditutup turun 5 persen. Saham Vision Fund SoftBank memiliki lebih dari 20 persen saham Didi setelah pencatatan saham di AS.

Laporan Bloomberg menyebutkan regulator ingin raksasa ride-hailing China Didi delisting dari Bursa Saham New York karena kekhawatiran tentang kebocoran data sensitive. Kantor berita tersebut mengutip dari sejumlah sumber. Adapun Didi menolak komentar mengenai hal itu.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Saham Maskapai, Ritel hingga Hotel di AS Rontok Terhantam Varian Baru COVID-19

<span>Ilustrasi wall street (Photo by Robb Miller on Unsplash)</span>
Ilustrasi wall street (Photo by Robb Miller on Unsplash)


Varian Covid-19 baru menghantam saham perusahaan- perusahaan di Amerika Serikat dari berbagai sektor. Varian baru membuat kembali terjadinya pembatasan dan dikhawatirkan mendorong kenaikan jumlah Covid-19.

Melansir laman CNBC, Sabtu, 27 November 2021, saham dimaksud seperti perusahaan penerbangan dan jasa pariwisata di Amerika Serikat (AS). Seperti saham United Airlines, American Airlines mengalami aksi jual pada perdagangan Jumat waktu setempat.

Itu setelah kemunculan varian Covid-19 baru memicu pembatasan perjalanan. Saham United dan Amerika masing-masing turun 9,6 persen dan 8,8 persen. Saham Delta kehilangan 8,3 persen, dan pembuat pesawat Boeing turun 5,4 persen.

Berita selengkapnya baca di sini

 



Sumber: www.liputan6.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.