Tegarnya sang Kakek yang Hidup Sendirian - Bicara Penting

Latest

logo

Tegarnya sang Kakek yang Hidup Sendirian

Tegarnya sang Kakek yang Hidup Sendirian

OLEH RIRI ISTHAFA NAJMI, Melaporkan dari Kluet Raya, Aceh Selat

HIDUP di usia senja dengan tubuh yang ringkih, tentu bukanlah perkara mudah untuk dilalui oleh siapa pun.

Kondisi kesehatan harus selalu dijaga agar tak mudah terkena penyakit fatal. Pada saat seperti inilah peran keluarga dan sanak saudara sangat dibutuhkan.

Sayangnya, hal semacam itu tidak bisa dinikmati dengan optimal oleh seorang kakek yang hidupnya memilih menyendiri.

Baca juga: Kakek 61 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia, Terbaring di Atas Sajadah dengan Kondisi Sudah Membusuk

Baca juga: Pesta Miras Berujung Maut, Kakek Bacok Teman hingga Tewas, Begini Kejadiannya

Baca juga: Kakek dan Cucu Meninggal Terseret Material Longsor

Abah Ali namanya, 76 tahun usianya. Kakek ini tinggal di gubuk derita berukuran 2x2 meter di tengah rawa dan pada tepi hilir Sungai Kluet Raya, Aceh Selatan.

Di pengujung usianya yang semakin redup, ia harus berjuang sendirian dan terombang- ambing oleh kerasnya gelombang kehidupan.

Namun, Abah Ali melewatinya dengan rasa syukur dan pantang menyerah.

Ia bermukim di Desa Indra Damai, Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan.

Aktivitas keseharian Abah Ali saat ini adalah beternak kambing dan berkebun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Baca juga: Memilukan! Kakek dan Cucu Meninggal Terseret Material Longsor di Lintas Blangkejeren-Takengon

Baca juga: Kakek 71 Tahun Kena Serangan Jantung Setelah Melihat Kelakuan Gadis 21 Tahun yang Dinikahinya

Baca juga: Nikahi Janda yang Lebih Muda, Kakek 80 Tahun Ini Sampai Tak Sanggup Berdiri

Saat ditemui oleh Tim Layanan Filantropis Generasi Aceh Peduli (GAP), Selasa (16/11/2021) siang, ia terlihat sedang tertidur pulas.

Posisinya menyamping sambil memeluk kardus lusuh. Ia tidur beralaskan beberapa helai sarung.

Pintu gubuknya dibiarkan terbuka. Tubuh kurusnya bisa terlihat dari jalan berlumur lumpur yang berada di pinggir kebun tersebut.

Mendengar ada tamu yang memanggil, Abah Ali berusaha bangun. Matanya yang sudah kabur tak mudah mengenali orang .

"Siapa ya di sana?" tanyany sambil berupaya memfokuskan pandangan ke arah pintu. Ternyata ada beberapa anak muda yang hendak menemuinya.

Kisah kakek Anda yang mengaku sudah menikah sebanyak tujuh kali
Kisah kakek Anda yang mengaku sudah menikah sebanyak tujuh kali (YouTube Kang Dedi Mulyadi)

Abah Ali mengatakan sangat bersemangat apabila ada yang datang ke gubuknya.

Tatkala kami bertamu, ia hanya menyuguhkan teh hangat ke dalam beberapa cangkir. Sekadar untuk melepas dahaga.

Gubuknya berjarak hanya beberapa meter dari kandang kambingnya.

"Maaf ya Nak, Abah tak pakai baju karena di sini panas kalau siang. Jadi, kita duduknya di luar saja ya," ujar Abah Ali.Sambil memegang kaki dan punggung,

Abah seperti memperlihatkan beberapa bagian badannya yang sakit.

Di sela-sela bercerita tentang kondisi tubuh dan gubuknya, ia juga berkelakar.

“Selamat berteduh di gubuk reyot yang penuh derita,” kata Abah Ali sambil ketawa.

Gubuk yang dihuni Abah Ali di tengah perkebunan sawit itu dibangun semenjak istrinya meninggal belasan tahun lalu. Abah Ali memulai hidup mandiri dalam menyambung sisa hidupnya.

Meski masih memiliki anak, ia tak ingin menyusahkan anak-anaknya yang punya kehidupan dan tanggung jawab di tempat lain.

Abah Ali memelihara empat ekor kambing. Sekawanan kambing itulah yang menemaninya siang dan malam.

Gubuk Abah Ali tampak nyaris roboh. Lantaran tiangnya hanya ditopang beberapa bambu.

Atapnya terbuat dari alang-alang.

Sementara dinding dari belahan bambu yang sudah rusak dan mulai rapuh dimakan rayap.

Bahkan, alasnya masih berupa tanah. Ketika hujan deras disertai angin, bocor di manamana.

Sementara itu, demi keamanan, akta kelahiran dan surat penting lainnya disimpan di rumah saudaranya.

Memasuki ruang utama, langsung tampak kardus bekas, tempat istirahat Abah Ali. Kondisi tempat tidur seadanya.



Sumber: aceh.tribunnews.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.