Sofifi, Gambaran Sepi Ibu Kota Provinsi - Bicara Penting

Latest

logo

Sofifi, Gambaran Sepi Ibu Kota Provinsi

Sofifi, Gambaran Sepi Ibu Kota Provinsi

OLEH ELLY WANI, ASN Pemerintah Aceh, melaporkan dari Sofifi, Maluku Utara

Apakah ibu kota Provinsi Maluku Utara? Adalah keliru jika Anda menjawab Ternate. Ternate memang kota ‘terbesar’ di Maluku Utara, tapi ia bukan ibu kota. Status ibu kota memang pernah disandang Ternate, tapi itu hanya sementara.

Sejak awal pembentukan Provinsi Maluku Utara pada tahun 1999 telah termaktub dalam undang-undang bahwa ibu kota provinsi berada di Sofifi. Dalam proses transisi, roda pemerintahan digerakkan di Ternate. Sementara itu, Kelurahan Sofifi yang terletak di Pulau Halmahera dipersiapkan pembangunan infrastrukturnya.

Peresmian Sofifi sebagai ibu kota provinsi dilakukan pada 4 Agustus 2010. Setelah itu pembangunan sejumlah infrastruktur  kantor pemerintahan mulai gencar dilakukan. Perumahan untuk ASN juga dibangun, mengingat mayoritas pegawai bertempat tinggal di Ternate dan Tidore.

Terpilihnya Sofifi sebagai ibu kota provinsi tak lepas dari kajian pengembangan kawasan kepulauan itu ke depan. Ternate sangat layak menjadi ibu kota provinsi apalagi kota itu telah masyhur jauh berabad sebelumnya. Namun, secara geografis ia bukanlah pilihan yang tepat. Ternate bukanlah pulau yang luas. Wilayahnya pun sudah padat. Tidak memungkinkan lagi dilakukan pengembangan di sana.

Selain itu, Kota Ternate berada di badan Gunung Gamalama yang merupakan gunung berapi aktif. Secara politis, Sofifi merupakan jalan tengah, alternatif pemilihan ibu kota antara Ternate dan Tidore.

Meskipun demikian,  jalan Sofifi menjadi ibu kota tidak terbentang mulus. Walaupun  berstatus ibu kota provinsi, sesungguhnya status kota itu tersandera. Ia bukanlah sebuah kota otonom. Secara administrasi, Sofifi hanya sebuah kelurahan di kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan. Ya, kota yang sedang bersolek itu masih merupakan bagian dari wilayah Tidore.

Konon, penunjukan Sofifi sebagai ibu kota provinsi telah menjadi pro kontra dari awal. Pihak Tidore termasuk yang kontra, karena pemekaran Sofifi dapat menggerus sebagian wilayah mereka.

Posisi Sofifi sangat strategis. Ia terletak di poros tengah Pulau Halmahera, yang merupakan pulau terbesar di Maluku Utara. Wilayah itu dapat diakses melalui jalan darat dari semua kabupaten di Halmahera. Ia juga dekat dengan pusat perekonomian di Ternate, maupun pulau penyangga di  Tidore.  Perjalanan dari Ternate menuju Sofifi dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 45 menit dengan menggunakan kapal cepat dan sekitar 30 menit naik speedboat.

Alternatif penyeberangan lain adalah menggunakan kapal feri dengan waktu tempuh yang lebih lama.

Merapat ke dermaga, hiruk pikuk pelabuhan terasa. Speedboat, yang merupakan alat transportasi utama pulau-pulau terdekat, ditambatkan cenderung lebih mudah dilakukan.

Menurut warga sekitar, dulunya pusat kota merupakan kawasan kebun kelapa. Jejak kebun kelapa itu masih dapat ditemukan tak jauh dari pusat perkantoran kota Sofifi. Kita dapati jalan raya lebar dua jalur yang kiri kanannya bukan pertokoan maupun gedung-gedung tinggi, melainkan deretan kebun luas dan beberapa rumah warga.

Jalannya lebar dan mulus, bukan hanya jalan utama, jalan di kompleks perumahan pun lumayan lebar. Suasana lengang menjadikan jalan tersebut terasa semakin lebar. Saking lengangnya, kendaraan roda empat pun bisa memutar balik dengan melawan arus.

Kejadian ini saya alami beberapa kali, tak jauh dari kantor DPRD. Tentu saja saya takjub. Lebih takjub lagi ketika menyadari tidak ada lampu merah di kota ini. Di persimpangan dan bundaran kendaraan meluncur mulus tanpa hambatan. Adalah hal yang wajar sebenarnya. Suasana jalan yang sepi menyebabkan lampu merah masih tidak terlalu dibutuhkan.

Saking sepinya, lokasi bazar STQ juga tidak terlalu ramai pengunjung. Satu-satunya keramaian yang saya lihat di kota ini adalah pada malam pembukaan STQ. Orang-orang membeludak memenuhi jalan. Tidak mengherankan, itu adalah event nasional pertama di Kota Sofifi. Warga menyambut antusias. Sebagian besar mungkin juga tidak berasal dari Sofifi

Kata warga, pada hari-hari biasa pukul 9 malam semua aktivitas warga berhenti total. Hal lain yang sempat luput dari pengamatan saya adalah ketiadaan plang nama jalan. Sebagaimana tidak adanya tiang lampu merah, sepanjang jalan ujung ke ujung tidak ada plang jalan, bahkan di jalan utama.

Papan petunjuk arah hanya ada di beberapa lokasi.  Jika ingin mengetahui nama jalan yang dilalui silakan melihat Google Map, nama jalan-jalan utama tercantum di sana.

Lampu-lampu taman yang artistik mengantung di sepanjang jalan utama. Karena tanaman penghijauan masih sedang bertumbuh, keberadaan lampu jalan tersebut sangat mencolok dan mencuri perhatian. Ia menjadi hiasan yang memanjakan mata sejauh pandangan, sepanjang jalan.

Hal menarik lainnya adalah trotoarnya yang ramah pejalan kaki. Dibuat begitu lebar. Seperti memiliki dua lajur tak kasatmata, satu lajur ditanami tanaman peneduh, sebelahnya lagi untuk pejalan kaki melenggang.

Setiap beberapa meter terdapat bangku beton dan tong sampah kembar. Trotoar itu sangat cocok dipergunakan untuk olahraga jogging, juga bersantai pada sore hari.



Sumber: aceh.tribunnews.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.