PAHLAWAN MASA KINI; Padamu Kami Titip Negeri Ini. - Bicara Penting

Latest

logo

PAHLAWAN MASA KINI; Padamu Kami Titip Negeri Ini.

PAHLAWAN MASA KINI; Padamu Kami Titip Negeri Ini.

Ainal Mardhiah, S.Ag. M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh. 

Oleh: Ainal Mardhiah S.Ag, M.Ag*)

SERAMBINEWS.COM - Pahlawan adalah orang yang tidak perlu disuruh-suruh untuk berbuat kebaikan dan kebajikan bagi banyak orang.

Berbeda dengan pasuruh, pesuruh itu baru akan berbuat jika disuruh,  tidak disuruh tidak akan berbuat apapun, meski untuk kebaikan dirinya sendiri, kecuali pesuruh yang  berjiwa PAHLAWAN.

Pahlawan itu, bisa menjelma dalam berbagai bentuk  profesi,  dan tanggung jawab.

Bisa seorang pendidik (guru, dosen, guru besar,  ustadz/ustadzah) yang bersangguh sungguh,  ikhlas mendidik, membimbing siswa siswinya sampai menjadi anak yang cerdas Intelektual,  cerdas emosional dan cerdas spritual.

Seorang anak didik, dikatakan cerdas Intelektual dapat dilihat dari penguasaan ia terhadap berbagai macam ketrampilan,  skill,  penguasaan berbagai ilmu dan pengetahuan.

Cerdas emosional dapat dilihat dari sikap baik terhadap semua orang,  semua makhluk,  peduli kepada semua orang dan semua makhluk,  memiliki sikap simpati,  empati, dan peduli kepada siapapun  yang membutuhkan bantuan dan keberadaannya.

Baca juga: Paul Pogba Bersedia Perpanjang Kontrak di Man United, Syaratnya Gaji Harus di Atas Cristiano Ronaldo

Kecerdasan spritual dapat dilihat dari bagaimana anak didik bersikap,  menjaga,  membela agamanya.

Dapat dilihat  juga dari  ketaatan anak didik melaksanakan perintah agama tanpa  pilih - pilih, baik itu perintahnya sunat atau wajib, semua dikerjakan semaksimal kemampuan, kecuali dalam kondisi  tertentu seperti musafir, sakit atau darurat, sehingga dalam kondisi ini bisa mengambil  keringanan baik yang wajib apalagi yang sunnah.

Begitu juga dengan segala larangan,  berusaha ditinggalkan dengan senang hati.

Nampak baginya, ketaatan kepada agama,   ketaatan kepada Allah,  adalah gambaran cinta dan rasa terimakasih seorang hamba terhadap Khaliknya (penciptanya).

Ikhtiar menta'ati perintah agama, adalah sebagai upaya melobii pemilik istana akhirat ( syurga),  agar sang pemilik istana menyayanginya, mempermudah urusan dunia akhiratnya  dan memberikan kesempatan baginya menempati istanaNya (syurgaNya) kepadanya nantinya.

PAHLAWAN MASA KINI, bisa seorang tenaga medis yang dengan sepenuh hati melayani, merawat, mengobati pasiennya.

Baca juga: Pemain Wanita Paris Saint-Germain Ditangkap, Pukul Dengan Tongkat Besi Rekan Setimnya

Atau bisa seorang petugas administrasi negara (pegawai negara) yang mencatat dan mengurus segala keperluan masyarakatnya dan pemerintahan.

Bisa seorang pemimpin yang siang malam memikirkan kesejahteraan dan keadaan rakyat nya.

Atau bisa seorang  tentera atau militer yang menjaga keutuhan negri tercintanya, dari penyusupan atau kejahatan musuh yang ingin  merusak  sendi sendi kehidupan berbangsa dan bertanah air yang satu INDONESIA.

PAHLAWAN MASA KINI, bisa mereka yang duduk di lembaga informal, formal atau non formal.  

Bisa di lembaga pemerintahan ataupun  swasta. Kita semua adalah PAHLAWAN MASA KINI.

Seorang ayah, Pahlawan bagi keluarganya karena telah mencari rezeki memenuhi kebutuhan keluarganya.  Seorang suami pahlawan bagi istrinya,   Seorang ibu adalah pahlawan bagi bagi anak anaknya karena telah mendidik dan menyayanginya.  

Baca juga: Coreng Nama Indonesia, Kejadian Unboxing Motor di Mandalika Bikin Bos Ducati Marah!

Pahlawan masa lalu,  merebut kemerdekaan dari tangan tangan penjajah,  agar negeri ini dapat berdiri tegak, kokoh  mandiri,  berwibawa, dipandang di hadapan penguasa negri lainnya.

PAHLAWAN MASA  LALU  masa penjajahan dan PAHLAWAN MASA  KINI masa mengisi kemerdekaan, sehingga memiliki tantangan bebeda, ketika negri ini sudah bebas dari penjajahan Jepang atau pun Belanda.

PAHLAWAN MASA KINI tidak perlu mengangkat senjata,  tidak perlu terluka secara phisik,  tidak perlu berkorban jiwa dan raga.

PAHLAWAN  MASA  KINI,  hanya perlu mengorbankan kemalasan,  mengorbankan sikap tidak peduli,  dan sikap tidak merasa bertanggung jawab dengan kelangsungan negri  ini.

Hal ini dapat dilihat,  dari bagaimana seseorang itu bertanggung jawab atau peduli dengan tugas dan tanggung jawab yang dipikulnya, atau tidak peduli.

Jika ia bertanggung jawab,  dialah PAHLAWAN MASA KINI,  jika tidak bertanggung jawab dialah PENJAJAH MASA KINI DAN MASA DEPAN.

Apabila ia sebagai seorang suami,  jika ia bertanggung jawab membahagiakan keluarga, dan memberi nafkah kepada istri  juga anak anaknya maka ia adalah seorang  PAHLAWAN MASA KINI bagi keluarganya

Apabila ia seorang ibu, yang sabar mendidik dan menjaga anak anaknya ketika suaminya pergi mencari rezeki, atau bahkan membantu mencari nafkah maka Ia adalah seorang PAHLAWAN MASA KINI bagi anak  anak dan suaminya nya.

Ketika ia sepasang suami-Istri saling berkasih sayang, saling berbagi peran, saling bahu membahu mencari nafkah, bahu membahu mengurus rumah tangga sehingga rumah tangga nya tetap kokoh  mereka adalah PAHLAWAN MASA KINI, karena mereka telah memperjuangkan keutuhan dan kekohohan rumah tangganya.

Karena salah satu pilar yang dibutuhkan oleh sebuah negara agar tetap kokoh adalah keluarga sejahtera,  keluarga yang kokoh, sejahtera lahir bathin.

Sejahtera bathin dalam keluarga dapat dilihat dari sikap penuh kasih sayang, saling memberi, saling membutuhkan,  saling merindukan,  saling memperhatikan,  saling menghargai, saling menjaga,  saling menghormati,  saling membantu,  saling menguatkan diantara anggota keluarga.



Sumber: aceh.tribunnews.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.