Kampanye Membaca, Cara Jitu Meningkatkan Budaya Baca - Bicara Penting

Latest

logo

Kampanye Membaca, Cara Jitu Meningkatkan Budaya Baca

Kampanye Membaca, Cara Jitu Meningkatkan Budaya Baca

OLEH SITI RAHMAH, S.H., M.Kn., Pegiat Literasi dan Founder Warung Penulis, melaporkan dari Blangpidie, Aceh Barat Daya

Kamis, 8 November 2021 saya ditelepon oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA), Bapak Dr Edi Yandra MSP. Beliau meminta saya untuk bersedia memberikan materi dalam kegiatan kampanye membaca yang dilaksanakan oleh DPKA bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Barat Daya (Abdya).

Jujur saja, saya sangat senang diajak untuk ikut dalam acara tersebut. Kemudian, pada tanggal 10 November 2021 pukul 14.20 WIB saya dan tim dari DPKA menuju Aceh Barat Daya dengan dua mobil.

Saya semobil dengan enam orang. Di antaranya, Kepala Bidang Layanan Perpustakaan DPKA, Bapak Zulfadli MM, Ibu Nurmala Dewi (Pustakawan DPKA), dan Windy Pagta (Staf Bidang Program BPKA) yang tugasnya mendokumentasikan kegiatan.

Di dalam mobil tersebut ada juga Bang Herman RN, Dosen FKIP Universitas Syiah Kuala (USK) yang perannya sama dengan saya, yakni pemateri dalam kampanye membaca di Abdya. Bang Herman adalah teman lama saya yang juga konsen di dunia literasi. Mobil Innova hitam yang kami tumpangi dikemudikan oleh Bang Johar.

Perjalanan menuju Abdya sangat mengesankan bagi saya, karena tim DPKA sangat ramah dan bersahabat. Ini kali pertama saya bertemu dan satu perjalanan dengan mereka. Kesan pertama begitu mendalam. Sepanjang jalan, ada saja hal yang kami diskusikan. Kekompakan begitu terasa.

Tiba waktu shalat kami berhenti di masjid. Dua kali kami berhenti untuk ngopi dan makan malam. Kami tiba di Blangpidie, ibu kota Aceh Barat Daya sekitar pukul 12.30 WIB.

Kamis, 11 November 2021, selesai sarapan pagi, saya dan tim dari DPKA menuju Gedung Pusat Pengembangan Mutu Guru (PPMG) Cabang Dinas Pendidikan Provinsi di Kabupaten Abdya. Terlihat para siswa dan mahasiswa ramai berdiri di sekitaran gedung. Sebagian sedang antre mengisi daftar hadir.

Program Kampanye Membaca ini bertemakan “Meningkatkan Budaya Baca Literasi Masyarakat Aceh dalam Rangka Mencerdaskan Generasi”.

Acara ini dibuka oleh Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim SH. Dihadiri ratusan siswa dan mahasiswa yang terdiri atas 50 pelajar SMP, 100 siswa SMA, 50 orang mahasiswa plus para pegiat literasi.

Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti kampanye ini. Mereka serius menyimak paparan yang saya maupun Bang Herman RN sampaikan.

Ketika dibuka sesi tanya jawab, para siswa, mahasiswa, maupun dari perwakilan taman baca berlomba untuk bertanya.

Saya memaparkan materi dengan tema “Mari Menulis dan Membaca” ada beberapa tips yang harus dilakukan oleh generasi mileneal untuk meningkatkan minat baca. Di antaranya, berkumpullah dan bikin komunitas baca.

Saya paparkan pengalaman saya pernah bergabung dengan komunitas baca. Komunitas  ngopi pagi ataupun ngeteh pagi. Pascatsunami, saya dan beberapa teman dari luar negeri membentuk komunitas baca. Kami lakukan kegiatan ini setiap akhir pekan. Setiap minggunya tempat pertemuan kami berganti-ganti. Tergantung siapa yang merelakan rumahnya menjadi tempat pertemuan. Dalam pertemuan itu kami bercerita tentang buku yang kami baca. Mulai dari para tokoh yang mengagumkan dalam buku tersebut, kelucuan para tokoh, dan sebagainya. Pertemuan kami sangat santai, tidak terasa sedang bicara mengenai isi buku. Saya sendiri bahkan tak menyadari bisa menceritakan semua aktor dalam buku yang saya baca.

Buku yang dibaca bebas. Intinya adalah semua harus berbagi cerita tentang buku yang dibaca. Dalam komunitas kami, selain buku, kami juga melakukan tukaran benda kesayangan.

Generasi milenial maupun pemerhati literasi bisa melakukan tukaran buku kesayangan dengan teman-teman di komunitasnya.

Selain itu, dalam kegiatan ngeteh atau ngopi pagi, jika memungkinkan, dapat dilakukan makan bersama dengan menu khas daerah masing-masing. Boleh sayur, bubur, kue, dan lain-lain.

Komunitas ini kemudian sambil melakukan gerakan cinta baca juga sambil memperkenalkan makanan tradisional daerah masing-masing. Bisa juga diskusi buku terkait makanan tradisional di Aceh dan di Indonesia umumnya. Kegiatan ini perlu dilakukan agar memancing keinginan para milenial untuk membaca.

Kita harus menyadari bahwa saat ini tidak sedikit anak milenial banyak menghabiskan waktu untuk bermain games. Sudah saatnya komunitas baca ini kita gencarkan kembali agar generasi milenial cinta baca.

Tips kedua adalah mulai mengganti hadiah suvenir kepada teman dengan memberi hadiah buku. Ada teman yang suka baca, usahakan beri hadiah buku saat ia berulang tahun. 



Sumber: aceh.tribunnews.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.