IKAPTK Aceh, Semangat Baru Memajukan Negeri - Bicara Penting

Latest

logo

IKAPTK Aceh, Semangat Baru Memajukan Negeri

IKAPTK Aceh, Semangat Baru Memajukan Negeri

Kepala Biro Humas dan Protokol Aceh, Muhammad Iswanto. 

Oleh Muhammad Iswanto*)

Pengurus Provinsi dan Pengurus Kabupaten/Kota Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK)-Aceh telah dilantik dan dikukuhkan pada Jumat malam lalu di Pendopo Gubernur Aceh.

Ini menjadi awal baru menumbuhkan semangat kebersamaan para alumni yang kini menyebar di berbagai struktur pemerintahan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

IKAPTK adalah organisasi yang mewadahi seluruh alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan yang terdiri dari KDC, APDN, STPDN, IIP dan IPDN. Organisasi ini dibentuk pada tahun 2010 dengan dileburnya tiga organisasi alumni yaitu IKADIK-PP, FKPP dan FKA-IIP.

Pelantikan DPP IKAPTK Aceh dilakukan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional IKAPTK, Akmal Malik; yang juga merupakan Dirjen Otda Kementerian Dalam Negeri.

Kegiatan itu berlangsung dalam rangkaian kegiatan yang bersamaan dengan prosesi pengukuhan. Pengukuhan itu sendiri dilakukan Gubernur Nova Iriansyah.

Menurut catatan penulis, ada yang menarik dari kegiatan pelantikan yang yang berlangsung penuh semangat itu, yakni terkait arahan yang disampaikan Akmal Malik dan Gubernur Nova Iriansyah.

Kedua tokoh itu seakan membuka pikiran para alumni untuk selalu menjadi yang terbaik dan mempersembahkan yang terbaik pula bagi kemajuan negeri.

Akmal berpesan, IKAPTK Aceh dan IKAPTK kabupaten kota se Aceh agar selalu menjaga loyalitas terhadap pimpinan sepanjang itu tidak menyalahi peraturan. Loyalitas, kata Akmal, adalah hal pertama dan terpenting dalam pengabdian kepada negara.

Akmal Malik juga menyampaikan kepada seluruh anggota IKAPTK Aceh agar menjadikan organisasi itu sebagai tempat perkumpulan yang bermanfaat dan menguntungkan.

IKAPTK Aceh diminta memanfaatkan kebersamaan yang ada untuk membangun ide-ide bisnis baru yang dapat mensejahterakan para anggotanya.

Dengan syarat tidak menyalahi undang-undang, IKAPTK ditantang untuk membuka unit-unit usaha bersama sehingga akan menguntungkan para anggota. Seperti di Jakarta, kata Akmal, pihaknya telah mendirikan sebuah cafe/restoran yang letaknya berdekatan dengan Gedung Kantor Kemendagri.

Sejak cafe atau restoran itu berdiri, para anggota IKAPTK yang sedang dalam perjalanan dinas ke Kemendagri selalu memilih cafe tersebut sebagai tempat persinggahan dam silaturrahmi. Selain memberikan keuntungan bagi IKAPTK, bisnis semacam itu juga akan mampu menyerap tenaga kerja dari masyarakat biasa.

Hal yang sama juga disampaikan Gubernur Nova Iriansyah saat memberi arahan kepada pengurus dan anggota IKAPTK. Gubernur berpesan agar para anggota IKAPTK Aceh menjadi teladan dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, adil dan berwibawa di Aceh.

Gubernur Nova menyebut, IKAPTK adalah garda terdepan dalam menjaga dan memajukan negeri ini dan meminta mereka memiliki etos kerja yang tinggi serta mampu berinovasi dalam bekerja sehingga memperoleh hasil terbaik dalam membangun negeri.

Terkait inovasi dalam bekerja, Gubernur Nova memberikan contoh gerakan BEREH (bersih, rapi, estetis dan hijau) yang digagas dirinya, berhasil diterapkan di lingkungan kantor pemerintahan dan sekolah-sekolah di Aceh. Sejak dijalankan gerakan itu, tingkat kebersihan, kerapian, keindahan dan lingkungan yang hijau di sarana pelayanan publik dinilai terus meningkat.

Gagasan itu, kata Nova, lahir pada 2019 saat dirinya bersama Sekda Taqwallah menemukan adanya ruang kerja ASN di kantor pemerintahan yang begitu berantakan dan jorok. Gubernur lantas meminta Sekda Taqwallah untuk melakukan pembenahan dengan membangun kesadaran ASN dalam menjaga kebersihan, kerapian, keindahan dan menjaga lingkungan agar tetap hijau di sarana pelayanan publik.

Inovasi, kata Gubernur, juga sangat dibutuhkan dalam melakukan berbagai pekerjaan, termasuk dalam berbisnis.

Terkait organisasi IKAPTK mendirikan unit bisnis, Gubernur menyatakan mendukung hal itu selama sejalan dengan peraturan perundang-undangan.

Jika ingin sukses membangun usaha, Gubernur mengusulkan ide untuk mengumpulkan modal awal dengan cara menyumbang modal. Bahkan Gubernur langsung menyatakan menyumbang Rp 5 juta untuk kas IKAPTK sebagai pemantik semangat anggota lainnya.



Sumber: aceh.tribunnews.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.