Ikafensi, Harapan, dan Kenyataan - Bicara Penting

Latest

logo

Ikafensi, Harapan, dan Kenyataan

Ikafensi, Harapan, dan Kenyataan

Prof Dr Apridar SE MSi, Guru Besar Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh dan Ketua Asosiasi Ahli Dosen Republik Indonesia (ADRI) Aceh 

Oleh Prof Dr Apridar SE MSi, Guru Besar Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh dan Ketua Asosiasi Ahli Dosen Republik Indonesia (ADRI) Aceh

IKATAN Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Ikafensi) merupakan perkumpulan lulusan dari perguruan tinggi menyatukan diri untuk meneruskan cita-cita almamater dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Tugas mulia yang diemban tersebut, membuat perkumpulan tersugesti dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah untuk dijabarkan kepada kegiatan pengabdian secara professional di lapangan.

Sudah menjadi kebiasaan dalam setiap pertemuan yang dilakukan, akan terkenang memori indah dalam menjalankan proses pembentukan karakter kesarjanan yang akan terinspirasi untuk mampu melahirkan berbagai inovasi dengan karya nyata. Potensi luar biasa yang dimiliki oleh perkumpulan para akademisi tersebut, menjadikan majelis sarjana/berilmu sebagai golongan dengan derajat kemuliaan yang dilebihkan oleh sang pencipta.

Ikafensi yang juga tergolong sebagai organisasi sosial kemasyarakatan berkantor pusat di Kota Banda Aceh telah memiliki cabang di berbagai provinsi dan kabupaten kota serta cabang luar negeri, telah banyak membantu anggota serta sivitas akademika almamaternya berkiprah dalam masyarakat. Karya nyata yang telah ditoreh tersebut, menjadikan kebanggaan tersendiri dapat bergabung dalam kelompok cendikiawan yang berprofesi bidang ekonomi dan bisnis.

Sebagaimana ungkapan Ketua Ikafensi Amal Hasan, bahwa para anggota yang juga merupakan alumni Fakultas Ekonomi USK tersebut jumlahnya ada 26 ribu orang alumni yang tersebar di seluruh daerah serta luar negeri. Untuk dapat terhubung para anggotanya, pengurus berusaha mendata para alumni dengan mengisi daftar anggota yang telah disiapkan secara online. Bagi mereka yang telah mengisi serta melengkapi persyaratan, akan diproses pembuatan kartu anggota sekaligus dapat digunakan untuk akses Anjungan Tunai Mandiri (ATM) berupa kartu debit milik perbankan yang ada di Aceh namun bisa di akses secara nasional.

Kartu anggota yang telah terkonek dengan link ATM perbankan, diharapkan pemiliknya dapat eksis serta memiliki kemudahan dalam segala bisnis perbankan di Aceh khususnya. Membangun konektivitas bidang ekonomi bisnis oleh Ikafensi, merupakan salah satu program sebagai mana yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam membangun perekonomian serta muamalah dalam masyarakat. Contoh nyata tersebut memberikan inspirasi bagi pengurus sehingga menjadikan prioritas utama dalam menggerakkan roda organisasi.

Komunikasi inten terus dibangun dengan berbagai pihak, utamanya dengan kampus almamater untuk memperkuat ekonomi rakyat yang tergolong dalam Usaha Mikro Kecil Mandiri (UMKM).

Sinergisitas dalam pembinaan berupa pelatihan dan kursus singkat terhadap UMKM yang dipadukan dengan program pengabdian dari tenaga pengajar yang ada di kampus, tentu akan meningkatkan daya guna serta penguatan ekonomi rakyat.

Dengan pihak pemerintah kota juga telah dijalin dalam membangun lembaga zakat produktif. Konsep pemberdayaan ekonomi ummat yang terinspirasi dari Alquran dan sunnah sebagai rujukan jalan keselamatan, telah mampu menjabarkan program peningkatan kesejahteraan berkelanjutan. Kapasitas keilmuan dimiliki lulusan ekonomi dan bisnis terbukti dapat mengimplementasikan teori ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat yang telah dibingkai dengan aturan syariah. Sehingga majelis mulia tersebut mampu memberikan pencerahan dan kucuran kebajikan dari menara air yang dapat menghilangkan dahaga terhadap kemiskinan.

Harapan Masyarakat

Berbagai program yang telah dilakukan Ikafensi, bukan berarti sudah dapat berpuas diri dalam aktivitas kemasyarakatan. Dana outsus yang begitu melimpah dikucurkan ke Aceh, fakta di lapangan tidak mampu menekan tingkat kemiskinan secara signifikan. Berbagai fenomena menarik tersebut, masyarakat berharap sangat kepada Ikafensi yang memang memiliki keahlian di bidang tersebut untuk dapat memberikan penguatan kongkrit terhadap pemerintah daerah.

Dengan ilmu keuangan yang dimiliki komunitas tersebut, hendaknya menjadi organisasi profesi yang berdiri digarda terdepan terhadap penguatan bidang keuangan yang lebih tepat sasaran.

Dengan adanya komunitas profesional yang mengayomi kerja teknis keuangan, menjadikan pelaksanaan program kerja daerah semakin baik dan bijaksana. Peran dalam bidang keahlian komunitas hendaknya lebih ditonjolkan, dari pada kerja sosial lain yang memang dapat dilakukan oleh komunitas biasa-biasa saja tanpa memiliki titel kesarjanaan ekonomi. Energi keuangan yang dimiliki hendaknya dapat disalurkan pada bidang yang sejalan dengan kapasitas ke-profesionalismenya.

Begitu halnya terhadap perkembangan ekonomi syariah di Aceh yang begitu pesat. Sentuhan dari Ikafensi sangat ditunggu kalangan yang peduli terhadap perkembangan syariah di nanggroue yang menerapkan syariah Islam secara kaffah. Penelitian serta pengkajian bidang syariah intensitanya harus lebih menonjol dari kaum ekonom tersebut. Akan lebih elok apabila konsep-konsep ekonomi syariah keluar dari komonitas yang memang menguasai bidang ekonomi lebih mumpuni.

Alur pikir yang diramu secara sistematis oleh ahlinya, tentu akan menjadi luaran yang luar biasa manfaatnya bagi masyarakat muslim Aceh. Kerja cerdas yang demikian, tentu akan memiliki daya guna serta manfaat lebih optimal bagi masyarakat. Sehingga masyarakat tidak digoyahkan dengan berbagai keraguan terhadap rangkaian pemikiran suguhan dari orang-orang yang tidak mengakar terhadap pemahaman teori ekonomi. Dengan ada kepakaran dibidang ekonomi keislaman, semoga rakyat Aceh terhindar dari praktek riba yang sangat dibenci oleh pencipta langit dan bumi beserta isinya.

Kolaborasi Ilmu

Kolaborasi sekarang ini sudah menjadi suatu keharusan dalam setiap tindakan yang baik dan bijaksana. Setiap orang punya kelebihan sekaligus kekurangannya, maka kolaborasi menjadi salah satu cara yang efektif untuk menutupi kekurangan tersebut. Kebersamaan yang padu akan mencipkan organisasi yang kokoh dan harmonis sehingga memperoleh manfaat berlipat.

Membina kebersamaan yang telah terbentuk di Ikafensi perlu dipertahankan serta ditingkatkan. Dengan profesi serta pekerjaan yang berbeda dari anggota komunitas menjadikan organisasi profesi sebuah kekuatan yang mesti disalurkan kepada kegiatan yang memiliki nilai manfaat optimal.

Strategisnya keberadaan komunitas dimana anggotanya bekerja di berbagai tempat serta profesi yang berbeda, tentu akan memiliki nilai guna lebih optimal bila mampu menyatukan potensi tersebut untuk kemajuan bangsa. Sebagai contoh, Ikafensi dapat digunakan sebagai perantara dalam pemanfaatan waktu luang dari tenaga profesional di tempat kerja agar mau membagi ilmu serta pengalamannya kepada adek-adek yang sedang menimba ilmu di kampus.

Pembinaan serta komunikasi yang baik dan berkelanjutan merupakan program yang juga harus dilakukan oleh Ikafensi. Dimana pembinaan merupakan salah satu pendidikan pengkaderan yang sangat efektif dalam menciptakan regenerasi organisasi. Setiap pertemuan organisasi yang dilakukan akan lebih baik bila dapat dipadukan dengan kegiatan ilmiah seperti siminar, lokakarya serta berbagai pengkajian agama.  Dengan semakin dominan kegiatan ilmiah, diharapkan akan mampu merefres kembali kemampuan intelektualitas anggota.



Sumber: aceh.tribunnews.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.