Catatan Penting Seputar Musabaqah Qiraatil Kutub II Tingkat Provinsi Aceh - Bicara Penting

Latest

logo

Catatan Penting Seputar Musabaqah Qiraatil Kutub II Tingkat Provinsi Aceh

Catatan Penting Seputar Musabaqah Qiraatil Kutub II Tingkat Provinsi Aceh

DR Saifullah M Yunus Lc MA, Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, Banda Aceh 

Oleh DR Saifullah M Yunus Lc MA *)

Pada tanggal 12-17 Oktober tahun 2021 lalu Pemerintah Aceh kembali menggelar Musabaqah Qiraatil Kutub ke-2 tingkat Provinsi Aceh.

Musabaqah Qiraatil Kutub ke-1 dilaksanakan pada tahun 2019 lalu, sehingga event ini sudah dilaksanakan sebanyak dua kali di tingkat Provinsi Aceh.

Adapun perhelatan Musabaqah Qiraatil Kutub di tingkat nasional sudah dilaksanakan sebanyak 6 kali, yaitu pertama, di Pondok Pesantren Al-Falah Bandung Jawa Barat tahun 2004.

Kedua, di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur pada tahun 2006, ketiga, di Pondok Pesantren Al-Falah Banjar Baru Kalimantan Selatan pada tahun 2008.

Baca juga: Raih Juara Umum di MQK II Aceh, Pemko Subulussalam Gelar Penyambutan di Perbatasan

Event ini awalnya dilaksanakan dua tahunan, namun kemudian berubah menjadi event tiga tahunan dengan nama Musabaqah Fahmi Kutubit Turats (MUFAKAT).

Sehingga event yang keempat diselenggarakan di Pondok Pesantren Darunnahdlatain Nahdlatul Wathan Pancor, Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2011

Kemudian kembali lagi kepada nomenklatur Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) dimana event yang kelima dilaksanakan di Pondok Pesantren As’ad, Olak Kemang Kota Jambi Provinsi Jambi pada tahun 2014.

Sedangkan MQK keenam dilaksanakan di Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadi’in Balekambang Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2017.

 Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, H. Zahrol Fajri, S.Ag, M.H pada saat pembukaan kegiatan MQK II di Asrama Haji Embarkasi Aceh menyampaikan bahwa di antara tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk mengasah dan melatih para santri dayah di Aceh di bidang peningkatan skill dan kemahiran membaca kitab kuning (Arab gundul).

Juga untuk menyaring calon santri dayah yang akan mewakili Provinsi Aceh di tingkat nasional yang rencananya akan digelar pada tahun 2022.

Peringkat Aceh di Tingkat Nasional

Secara nasional, Provinsi Aceh belum pernah menjadi juara umum.

Namun pernah beberapa kali masuk dalam lima besar, misalnya pada MQK V di Provinsi Jambi, Aceh menduduki peringkat kelima dan pada MQK VI di Jepara, Jawa Tengah Provinsi Aceh juga menduduki peringkat kelima.

Baca juga: Aceh Selatan Juara 3 MQK Aceh, Di Bawah Subulussalam dan Banda Aceh, Tgk Amran Sampaikan Apresiasi

Adapun Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi yang selalu mendominasi juara umum disusul Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten.

Catatan Penting seputar MQK II Provinsi Aceh tahun 2021

1. Batas Usia Peserta

Peserta setiap cabang musabaqah dibatasi dengan batas usia tertentu.

Pada setiap cabang terdapat tiga marhalah (tingkat), yaitu marhalah Ula (tingkat pertama), marhalah wustha (tingkat menengah) dan marhalah ‘ulya (tingkat tinggi).

Peserta tingkat pertama dibatasi usia maksimal 14 tahun 6 bulan pada tanggal 12 Oktober 2021 (kelahiran tahun 2007).

Peserta tingkat menengah dibatasi usia maksimal 17 tahun 6 bulan pada tanggal 12 Oktober 2021 (kelahiran tahun 2004) dan peserta tingkat tinggi maksimal berusia 20 tahun 6 bulan pada tanggal 12 Oktober 2021 (kelahiran tahun 2001).

Baca juga: Refleksi Hari Santri Nasional Ke-6, Santri Siaga Jiwa Raga

Pada MQK II tingkat Provinsi Aceh tahun ini, ada beberapa peserta yang gagal tampil disebabkan melewati batas usia maksimal yang telah ditetapkan padahal ia sudah mempersiapkan diri dengan maksimal dan ingin sekali tampil.

Menurut informasi yang kami terima dari Kepala Bidang Pemberdayaan Santri Dinas Pendidikan Dayah Aceh Irwan, S.HI., M.Si sebagai penanggungjawab penyelenggaraan MQK ini bahwa terlewatinya batas usia itu kemungkinan besar panitia kabupaten/kota kesulitan mencari peserta yang memenuhi kualifikasi dengan batas usia yang telah ditetapkan di dalam petunjuk teknis (juknis).

Sementara itu, Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh telah menyampaikan petunjuk teknis kepada kabupaten/kota sejak bulan Juni 2021.

Oleh sebab itu, salah satu cara untuk mengantisipasi resiko melampaui batas usia, disarankan kepada panitia terutama perwakilan kabupaten/kota untuk mensosialisasikan petunjuk teknis lebih awal.

Kemudian mengadakan seleksi calon peserta di tingkat kabupaten/kota sehingga peserta yang akan mewakili daerahnya betul-betul peserta yang mumpuni dan siap secara administrasi dan keilmuan.

2. Cabang Musabaqah

Ada 10 cabang (majlis) musabaqah Pada MQK II tingkat Provinsi Aceh 2021 yang lalu yaitu:

1.      Cabang Akhlak tingkat pertama (ula).

2.      Cabang Tauhid tingkat pertama (ula).



Sumber: aceh.tribunnews.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.