Top 3: Saham Teknologi China Melonjak Usai Meituan Kena Denda Antimonopoli - Bicara Penting

Latest

logo

Top 3: Saham Teknologi China Melonjak Usai Meituan Kena Denda Antimonopoli

Top 3: Saham Teknologi China Melonjak Usai Meituan Kena Denda Antimonopoli

Orang-orang berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Bursa saham Asia turun setelah Korea Utara (Korut) melepaskan rudalnya ke Samudera Pasifik. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Jakarta - Saham Meituan melonjak lebih dari 7 persen pada Senin, 11 Oktober 2021 dan memimpin saham teknologi China. Hal itu terjadi usai perusahaan didenda sebagai tindak lanjut atas penyelidikan antimonopoli.

Pada Jumat, Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar (State Administration for Market Regulation/SAMR) China mengatakan, Meituan telah menyalahgunakan posisi dominannya di pasar pengiriman makanan online.

Regulator pasar mengatakan Meituan mendorong pedagang untuk menandatangani perjanjian kerja sama eksklusif dengan mereka, dan memberlakukan sanksi bagi mereka yang tidak mau.

Artikel saham teknologi China melonjak usai Meituan kena denda antimonopoli menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Selasa, (12/10/2021):

1.Saham Teknologi China Melonjak Usai Meituan Kena Denda Antimonopoli

Saham Meituan melonjak lebih dari 7 persen pada Senin, 11 Oktober 2021 dan memimpin saham teknologi China. Hal itu terjadi usai perusahaan didenda sebagai tindak lanjut atas penyelidikan antimonopoli.

Pada Jumat, Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar (State Administration for Market Regulation/SAMR) China mengatakan, Meituan telah menyalahgunakan posisi dominannya di pasar pengiriman makanan online.

Regulator pasar mengatakan Meituan mendorong pedagang untuk menandatangani perjanjian kerja sama eksklusif dengan mereka, dan memberlakukan sanksi bagi mereka yang tidak mau.

Berita selengkapnya baca di sini

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


2.Waskita Beton Precast Bakal Divestasi Tiga Pabrik

<span>Pekerja merangkai baja untuk PC-I Girder di Plant Karawang PT Waskita Beton Precast, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Anak usaha PT Waskita Karya yang mampu memproduksi 450 ribu ton per tahun mewajibkan pekerja dan pegawai kenakan masker dengan kebijakan new normal. (Liputan6.com/Fery Pradolo)</span>
Pekerja merangkai baja untuk PC-I Girder di Plant Karawang PT Waskita Beton Precast, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Anak usaha PT Waskita Karya yang mampu memproduksi 450 ribu ton per tahun mewajibkan pekerja dan pegawai kenakan masker dengan kebijakan new normal. (Liputan6.com/Fery Pradolo)


PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) akan mengadakan penawaran umum atas tiga pabrik beton pracetak yang masih beroperasi.

Mengutip pengumuman perseroan dalam salah satu harian ekonomi, Senin, 11 Oktober 2021, PT Waskita Beton Precast menawarkan divestasi aset pabrik yang berada di Klaten, Cibitung, dan Karawang dengan kondisi seluruh pabrik beton pracetak yang ditawarkan masih beroperasi.

Penjualan pabrik beton pracetak itu akan mencakup penjualan atas tanah, dan bangunan pabrik beton pracetak, bangunan pendukung dan mesin, serta peralatan produksi.

Berita selengkapnya baca di sini

3.XL Axiata Pastikan Proses Akuisisi LINK Masih Berlangsung

<span>BTS 4G LTE milik XL Axiata di Kota Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. (Liputan6.com/ Agustin Setyo W).</span>
BTS 4G LTE milik XL Axiata di Kota Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. (Liputan6.com/ Agustin Setyo W).


PT XL Axiata Tbk (EXCL) berencana mengambil alih atau akuisisi saham PT Link Net Tbk (LINK) hingga 66,03 persen.

Hingga saat ini, Group Head of Corporate Communication XL Axiata, Tri Wahyuningsih memastikan proses tersebut masih berjalan. Ayu, begitu panggilan akrabnya, mengatakan Perseroan ingin memastikan kesepakatan tersebut tidak merugikan salah satu pihak.

"Saat ini pembahasan terkait LinkNet masih berjalan untuk memastikan kesepakatan bisa memberikan manfaat dan tidak merugikan salah satu pihak yang terkait dengan aksi korporasi ini,” kata Ayu kepada Senin, 11 Oktober 2021.

Berita selengkapnya baca di sini



Sumber: www.liputan6.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.