“Tatap Muka Tanpa Petaka” - Bicara Penting

Latest

logo

“Tatap Muka Tanpa Petaka”

“Tatap Muka Tanpa Petaka”

Oleh Mukhlis Sulaiman, SE, MM, Alumnus Magister Manajemen Universitas Syiah Kuala

Pendidikan merupakan satu hal penting dan menjadi sumber ilmu bagi manusia. Banyak sekali manfaat pendidikan bagi kehidupan seseorang masa sekarang hingga masa yang akan datang.

Setiap manusia bisa mendapatkan pendidikan formal dan nonformal. Untuk pendidikan formal dilakukan sejak usia dini, pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi.

Hakikat pendidikan adalah proses pembelajaran sebagai upaya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik dengan cara berinteraksi langsung dan dapat menghasilkan pengalaman belajar.

Namun sejak akhir 2019  dunia pendidikan mengalami gejolak yang sangat mengkhawatirkan, pendidikan tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya, sistem pendidikan harus diubah. Hal ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia dan juga dunia. Dilansir  The Sun, Covid-19 adalah singkatan dari Corona (CO), Virus (VI) Disease (D) dan tahun 2019 (19),  pertama kali muncul di tahun 2019.

Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar hampir ke  semua negara, termasuk Indonesia tak terkecuali di Aceh hanya dalam waktu beberapa bulan saja telah menyebar di 23 kabupaten/kota. Sehingga WHO pada 11 Maret 2020 menetapkan wabah ini sebagai pandemi global. Saat ini Corona menjadi pembicaraan yang hangat di belahan bumi manapun, corona masih mendominasi ruang publik.

Dalam waktu relatif singkat, namanya menjadi trending topik, dibicarakan di sana-sini, dan diberitakan secara masif di media cetak maupun elektronik.

Di beberapa negara menetapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus corona. Di Indonesia sejak pandemi Covid-19 terdapat berbagai kebijakan pemerintah untuk menekan penyebaran virus Covid-19. Kebijakan untuk membatasi pergerakan masyarakat ini telah berganti nama dan format beberapa kali, berawal dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), PSBB Transisi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, hingga PPKM empat level.

Upaya lain pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19 sebelum vaksin diadakan yaitu dengan cara memperketat Protokol Kesehatan (Protkes) dengan menerapkan 4M memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak ,dan menghindari kerumunan. Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat dunia mendefinisikan makna hidup, tujuan pembelajaran dan hakikat kemanusiaan. Jika selama ini manusia dipaksa hidup dalam situasi serba cepat, bekerja tanpa henti, dan kejar target pertumbuhan ekonomi dalam sistem kompetisi. Namun, persebaran Virus Corona (Covid-19) yang menjadi krisis besar manusia modern, memaksa kita untuk sejenak berhenti dari pusaran sistem, serta melihat kembali kehidupan, keluarga, dan lingkungan sosial dalam arti yang sebenarnya.

Manusia dipaksa ‘berhenti’ dari rutinitasnya, untuk memaknai apa yang sebenarnya dicari dari kehidupan. Indonesia punya tantangan besar dalam penanganan Covid-19. Dari semua aspek yang menjadi tantangan saat ini, penulis konsentrasi pada aspek pendidikan, yang esensial untuk dibincangkan dan didiskusikan sebagai masukan kepada pemerintah, pelaku pendidikan, dan kita semua.

Sebagaimana kita ketahui dunia pendidikan merupakan salah satu faktor yang terdampak dengan adanya wabah Covid-19 ini. Pemerintah dalam hal ini melalui tenaga pendidik dan kependidikan berusaha maksimalkan lajunya pendidikan agar pendidikan bisa berjalan dengan baik walaupun dalam keadaan pandemi seperti ini.

Sejak pandemi Covid-19 melanda, pemerintah mencanangkan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) atau dengan sistem daring (dalam jejaring). Upaya ini dilakukan oleh Pemerintah agar pembelajaran tetap berjalan dengan baik walaupun menggunakan sistem yang berbeda.

Hal ini sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia terkait Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Merujuk pada surat ederan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, maka beberapa daerah di Indonesia memutuskan menerapkan kebijakan meliburkan siswa dan mulai menerapkan metode belajar dengan sistem daring (dalam jaringan) atau online. Kebijakan pemerintah ini mulai efektif diberlakukan di beberapa wilayah provinsi di Indonesia yang berdampak buruk terhadap Covid-19 yaitu pada hari Senin, 16 Maret 2020 yang juga diikuti oleh wilayah-wilayah provinsi lainnya, termasuk Provinsi Aceh.

Pembelajaran secara daring ini memberikan kesadaran kepada orangtua bahwa mendidik anak itu ternyata tidak mudah, diperlukan ilmu, seni, dan kesabaran yang sangat besar. Sehingga dengan kejadian ini orangtua harus menyadari dan mengetahui bagaimana cara membimbing anak-anak mereka dalam belajar.

Belajar dari pengalaman ini diharapkan kepada para orangtua mau belajar bagaimana cara mendidik anak-anak mereka di rumah, karena tanggung jawab dan peran orangtua terhadap pendidikan anak itu lebih besar dibandingkan dengan masyarakat dan stakeholder lainnya.

Peran orangtua di sini adalah bagaimana mendukung dan memastikan anaknya menerima dan menjalani pendidikan yang berkualitas. Orangtua perlu membuat anaknya menyadari bahwa belajar adalah hal yang penting, menyenangkan dan harus dilakukan dengan serius dan berkesinambungan.

Seiring berjalannya waktu, proses pendidikan baik ditingkat sekolah dasar, menengah dan perguruan tinggi secara tatap muka terus diupayakan oleh pemerintah. Pada 13 September 2021, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021, tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Akademik 2021/2022. (kemdikbud.go.id)

Pembelajaran tatap muka sangat ditunggu-tunggu oleh jutaan pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia, supaya pembelajaran tatap muka tidak berbuah menjadi petaka, maka lembaga pendidikan dalam hal ini sekolah dan perguruan tinggi harus tetap konsisten dan memperketat Protokol Kesehatan (Protkes), salah satunya dengan cara vaksinasi terhadap peserta didik dan tenaga kependidikan.

Ada beberapa ketentuan yang hendaknya dipenuhi oleh lembaga pendidikan di antaranya: Pertama, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta (Allah) SWT seraya terus memohon doa keselamatan dari berbagai ancaman penyakit salah satunya Virus Covid-19.



Sumber: aceh.tribunnews.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.