Perusahaan Besar Jerman Desak Pemerintah Lindungi Iklim Bumi - Bicara Penting

Latest

logo

Perusahaan Besar Jerman Desak Pemerintah Lindungi Iklim Bumi

Perusahaan Besar Jerman Desak Pemerintah Lindungi Iklim Bumi

Perusahaan Besar Jerman mendesak pemerintah selanjutnya untuk meningkatkan perubahan iklim (Martin Maisner/AP)

Berlin - Perusahaan besar Jerman telah mendesak pemerintah berikutnya pada negara untuk menerapkan kebijakan ambisius untuk memenuhi tujuan kesepakatan iklim Paris. Dalam sebuah surat terbuka, 69 perusahaan mengatakan pemerintah berikutnya perlu menempatkan Jerman pada jalur yang jelas dan andal menuju netralitas iklim.

Dilansir AP News, Senin (11/10/21), perusahaan raksasa kimia Bayer, pembuat baja ThyssenKrupp dan perusahaan pakaian olahraga Puma juga termasuk dalam para penandatangan.

Michael Otto, ketua dewan perusahaan pesanan surat Otto Grup dan presiden Foundation 2 menjelaskan surat itu berisi bahwa "perlindungan iklim adalah topik yang menentukan dalam pemilihan federal dan partai-partai harus menempatkannya di puncak agenda mereka dalam membangun pemerintahan federal yang baru."

Pihak-pihak yang memberikan tanda tangan ini terdiri atas perusahaan memiliki omset tahunan sekitar 1 triliun euro dan mempekerjakan lebih dari lima juta orang di seluruh dunia.

Mereka ingin pemerintah selanjutnya mendukung peluncuran energi terbarukan dan memberlakukan reformasi pajak ramah iklim yang mencakup sistem penetapan harga karbon yang diperkuat untuk mencegah investasi di industri yang boros energi.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Infografis Cuaca Ekstrem, Jakarta Siaga Banjir Besar?

<span>Infografis Cuaca Ekstrem, Jakarta Siaga Banjir Besar? (Liputan6.com/Abdillah)</span>
Infografis Cuaca Ekstrem, Jakarta Siaga Banjir Besar? (Liputan6.com/Abdillah)




Sumber: www.liputan6.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.