Muhammad SAW Idola Kita - Bicara Penting

Latest

logo

Muhammad SAW Idola Kita

Muhammad SAW Idola Kita

OLEH DR. H. AGUSTIN HANAFI, Lc., Ketua Prodi S2 Hukum Keluarga UIN Ar-Raniry dan Anggota IKAT-Aceh

Akhir-akhir ini kita terusik oleh sikap dan statement saudara nonmuslim kita di negara barat yang dikenal intelek, menjunjung tinggi nilai-nilai peradaban, dan mengagungkan demokrasi.

Namun dengan penuh kesadaran, mereka sengaja menghina Muhammad SAW melalui karikatur, gambar, kartun dan film, mempertontonkan perilaku tidak senonoh yang merendahkan dan melecehkan ajaran Islam dengan mengatasnamakan kebebasan berekspresi dan beragama, sebagaimana terjadi di Denmark, Swedia, Belanda, Perancis, dan lainnya.

Bahkan koran Nerikes llehanda Swedia menampilkan gambar kepala manusia dengan tubuh anjing yang disebut sebagai Nabi Muhammad, begitu juga halnya Prancis membiarkan pemasangan karikatur dan gambar yang menghina Muhammad SAW di beberapa bangunan di negara itu.

Uniknya, Pemerintah Swedia maupun Perancis dinilai tidak perlu meminta maaf, presiden Emmanuel Macron pun keukeh membiarkan gambar tersebut dan menganggap Islam sebagai agama teroris.

Nauzubillah!

Sikap dan tindakan mereka yang menggambarkan Muhammad SAW dalam bentuk kartun, karikatur dan bentuk lainnya, dianggap telah melukai hati umat Islam.

Mereka benar-benar tidak objektif, dan tidak mengedepankan akal sehat, padahal di dunia Barat sekalipun, cukup banyak ketentuan yang membatasi kebebasan berekspresi jika dinilai mengganggu orang lain atau dianggap tidak etis.

Mereka sering mengenal Islam dan Muhammad SAW melalui informasi yang disampaikan musuh-musuh Islam, kemudian dikaitkan dengan teror, terorisme, kebodohan, kemiskinan, dan fanatisme buta.

Oleh karena itu, kita sebagai intelektual Muslim harus merespon dan menyikapi fenomena tersebut serta melawan setiap pelecehan yang dialamatkan kepada Islam dan yang mencederai kehormatan Rasulullah dengan berani.

Namun bukan melalui bentuk kekerasan ataupun pernyataan yang bernada provokatif dan liar tanpa dapat dipertanggungjawabkan.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membangkitkan semangat anak muda dengan memperkenalkan sosok Muhammad SAW, keluarga beserta sahabatnya yang memiliki budi pekerti yang luhur sehingga anak muda hari ini menyadari betul bahwa kehormatan dan agamanya telah dinjak-injak.

Cara lain adalah dengan belajar sungguh-sungguh, banyak membaca, mendalami segala disiplin ilmu dan kandungan Alquran, bersikap santun, menghargai waktu, menjauhkan diri dari sikap malas, tidak menghabiskan waktu untuk hal sia-sia seperti gosip, main Hp, game online, dan sebagainya, sehingga memiliki bekal untuk menyampaikan informasi yang benar, serta meluruskan pemahaman mereka tentang Islam dan Muhammad SAW agar dapat keluar dari kegelapan.

Teruslah berdakwah, menyampaikan ajaran Islam dalam bentuk lisan, tulisan, dan tingkah laku yang penuh toleransi tanpa mengorbankan akidah dan nilai-nilai Islam.

Manusia Agung

Sejak dulu hingga hari ini, ada saja musuh Islam yang mencibir dan menghina Muhammad SAW, andaikan saja mereka menggunakan akal waras tentu tidak akan membabibuta menerbitkan karikatur yang melecehkan tersebut.

Merujuk kepada berbagai penelitian ilmiah yang tidak menggunakan tolok ukur keagamaan tentang Muhammad SAW, seperti Thomas Carlyle dengan tolok ukur “kepahlawanan”, Marcus Dods dengan tolok ukur “keberanian moral”, Will Durant dengan tolok ukur “hasil karya” dan Annie Besant melalui pembuktian logis dan ilmiah, menggambarkan “Mustahil bagi siapa pun yang mempelajari kehidupan dan karakter Muhammad SAW hanya mempunyai perasaan hormat saja terhadap Nabi mulia itu, ia akan melampauinya sehingga meyakini bahwa beliau adalah salah seorang nabi terbesar dari sang Pencipta”.

Michael Hart yang tidak menggunakan tolok ukur agama, dengan sangat objektif menempatkan Muhammad SAW di peringkat pertama dari 100 tokoh yang paling berpengaruh sepanjang masa.

Betapa tidak, sosok Muhammad dikenal sebagai pribadi yang lemah lembut, selalu membawa perdamaian dan kesejukan, ajarannya jauh dari kekerasan dan ujaran kebencian bahkan tidak pernah memaksa orang lain untuk mengikuti agamanya, apalagi menebarkan ancaman dan mengangkat pedang, sehingga sikapnya menimbulkan simpati dari semua kalangan.

Begitu juga halnya dengan sikap rasis dan diskriminasi, negara maju hari ini masih membutuhkan energi ekstra untuk berjuang menghapus ras dan perbedaan warna kulit.

Muhammad SAWj auh sebelumnya telah hadir menghapus kasta, perbedaan warna kulit, suku, ras, golongan, dan lainnya. Semuanya memiliki kedudukan yang sama kecuali hanya ketakwaan pembedanya.

Beliau juga tidak pernah bersikap diskriminasi terhadap perempuan sebagaimana praktek masyarakat Arab Jahiliah, malah menyebutkan baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak dan kewajiban yang seimbang.

Beliau juga sosok pemaaf, tidak pernah bertindak kasar kepada siapapun dan memaafkan orang yang meminta maaf.

Ketika dihina beliau tidak membalas, malah memaafkan kesalahannya, bahkan beliau sering berdoa “ Ya Allah, ampunilah kaumku karena mereka itu tidak mengetahui”.

Dalam sebuah kisah diceritakan, ketika Muhammad SAW melintasi rumah seorang wanita tua selalu mendapat ludahan wanita tersebut.

Namun ketika beliau mendengar kabar wanita itu sakit, beliau justru mendatangi rumah wanita tersebut, mendoakannya agar cepat sembuh.

Muhammad SAW juga dikenal sangat menyayangi sesama, tidak pernah membedakan antara miskin dan kaya, jika ada yang sakit langsung dijenguknya meskipun tempatnya jauh.

Selalu mengasihi fakir miskin, anak-anak yatim, dan wanita jompo, siapapun yang bertamu disambutnya dengan ramah, orang pertama yang mengulurkan tangan untuk berjabat dan mengajak bicara tanpa beban dan penuh kehangatan.

Dalam urusan keluarga, tidak pernah bersikap egois tetapi mendengar nasihat dan saran istrinya.

Beliau ikut memikul beban keluarga, seperti mencuci pakaian, menjahit, mensol sandal, mandiri, dan mengurus unta.



Sumber: aceh.tribunnews.com

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source.